Ketuk Pintu Awali Pasar Imlek Semawis 2020

Panitia Pasar Imlek Semawis 2020 memulai acara ketuk pintu ke kelenteng-kelenteng dimulai di Kelenteng Tay Kak Sie Semarang, Sabtu (11/1/2020). Foto : metrojateng.com/anggun.

SEMARANG – Perayaan rutin menyambut Tahun Baru Tionghoa di Kota Semarang, Pasar lmlek Semawis kembali digelar di Kawasan Pecinan Semarang. Pada tahun 2020 ini waktu penyelenggaraan Pasar Imlek Semawis dimajukan seminggu sebelum tahun baru.

Sesuai jadwal agenda rutin tahunan itu akan diselenggarakan pada 17-19 Januari 2020 di Kawasan Pecinan mulai ruas Jalan Gang Pinggir sampai Wotgandul Timur.

Ketua Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata (Kopi Semawis), Harjanto Halim mengatakan, tahun ini Imlek jatuh di hari Sabtu (25/1/2020). Jika sebelumnya Pasar Imlek Semawis diadakan H-4 Imlek, tahun ini berbeda.

“Penyelenggaraan Pasar Imlek Semawis kali ini diajukan seminggu sebelum Imlek. Sebab, zaman sudah berubah dan ini atas masukan dari warga, jika diadakan H-4 mereka juga banyak aktivitas menjelang Imlek sehingga agar perayaan tetap berjalan penyelenggaraan kegiatan ini dimajukan,” ungkapnya di sela acara selamatan dan ketuk pintu sebelum acara Pasar Imlek Semawis di Klenteng Tay Kak Sie Semarang, Sabtu, (11/1/2020).

Seperti tahun sebelumnya acara ini akan diadakan selama tiga hari dan tetap mengangkat tema besar keberagaman antar masyarakat. Adapun, tema kali ini adalah Wayang Potehi.

Sementara, demi kelancaran acara berbagai hal dipersiapkan mulai keamanan hingga kebersihan.

Camat Semarang Tengah, Haris Nur Hidayat mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk kelancaran acara Pasar Imlek Semawis 2020.

“Kegiatan ini selalu ditunggu setiap tahunnya karena mampu menarik wisatawan baik lokal atau luar kota. Sehingga, kami kondisikan dengan menyiapkan area, kantong parkir, penataan PKL dan lainnya,” katanya.

Sementara pada kesempatan itu panitia menggelar doa dan selamatan bersama serta melakukan ketuk pintu, yakni ritual dengan mengunjungi kelenteng-kelenteng di kawasan pecinan sebagai bentuk pernyataan ‘kulo nuwun’ kepada warga dan dewa. (anggun)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.