Ketua PPP Jateng Ancam Coret Kader yang Membelot Kubu Humprey

Kami nanti akan melihat apakah mereka kader atau pengurus. KTA mereka akan dicabut jika terbukti mendukung Humprey.

SEMARANG- Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jawa Tengah mengancam bakal mendepak kadernya yang membelot ke kubu Humprey Djemat yang disebut-sebut sebagai PPP versi
Muktamar Jakarta.

Ketua DPW PPP Jawa Tengah, Masrukhan Syamsurie. Foto: metrojateng.com/Fariz Fardianto

Ketua DPW PPP Jawa Tengah, Masrukhan Syamsurie mengatakan, saat ini telah diketahui ada dua kadernya yang ikut dalam acara pengesahan Humprey Djemat selaku Ketua PPP versi Muktamar Jakarta.

“Di Jateng sendiri juga ada satu dua orang yang hadir di kubu Humprey, mereka itu bekas pendukungnya Djan Faridz. Tapi kami nanti akan melihat apakah mereka kader atau pengurus. Yang jelas KTA mereka akan dicabut jika terbukti mendukung Humprey,” kata Masrukan kepada metrojateng.com, Selasa (27/11/2018).

Masrukan menegaskan PPP kubu Humprey sesuai keputusan partainya telah melakukan pelanggaran hukum. Bahkan, untuk menyikapi hal itu pihaknya sudah melaporkan Humprey
kepada penegak hukum agar dapat diproses lebih lanjut.

Partainya, kata Masrukan telah dirugikan dengan munculnya kisruh dualisme. Karenanya ia menganggap Humprey telah melakukan pembohongan publik. Ia pun sudah bisa menebak bahwa kemunculan Humprey saat menjelang Pilpres demi mencari popularitas belaka.

“Makanya saat ini proses hukumnya sedang berjalan. Yang meereka lakukan itu kebohongan besar dan hanya mencari wadah untuk mendukung kubu paslon Capres-Cawapres, Prabowo-Sandi. Arah ya sudah terbaca. Makanya mereka membentuk wadah yang tidak sah,” ujarnya.

Untuk saat ini, partainya tidak goyah dengan isu dualisme tersebut. Masrukan bilang kadernya di Jateng masih solid untuk menggelar konsolidasi partai.

“Kita tunggu sikap DPP. Kalau mereka bersalah maka ditindak tegas,” ujarnya.

Ia menjelaskan selama ini untuk meredam dualisme, partainya kerap mengkombinasikan dua kekuatan berbeda antara bekas pendukung Djan Faridz dengan kubu Romahurmurzy untuk menggalang basis massa.

Menurutnya tak ada musuh di kalangan kader PPP. Masrukan berpendapat bila KH Maimoen Zubair tetap menjadi ulama panutan yang dapat menyatukan basis massa di Jawa Tengah.

“Kami tetap solid dan tidak goyah. Kami selalu ada dialog. Tidak ada musuhan dan perpecahan,” tukasnya. (far)

Ucapan Lebaran 1440
Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.