Ketua PAN Jateng Akui Terima Fee Rp 1,2 M dari Tasdi

Fakta mengejutkan muncul dari pengakuan Ketua DPW PAN Jawa Tengah, Wahyu Kristianto.

SEMARANG – Proses persidangan kasus suap aliran dana APBN dengan tersangka utama Wakil Ketua DPR RI, Taufik Kurniawan, memasuki babak baru. Kali ini, fakta mengejutkan muncul tatkala Ketua DPW PAN Jawa Tengah, Wahyu Kristianto dihadirkan sebagai saksi atas kasus dengan nilai kerugian negara mencapai ratusan miliar tersebut.

 

Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang. (Fariz Fardianto/metrojateng.com)

 

Di hadapan Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Antonius Widjantono, Wahyu membeberkan bahwa dia sempat bertemu dengan orang suruhan Tasdi untuk menerima sejumlah uang dari komitmen fee. Tasdi sendiri merupakan Bupati Purbalingga Nonaktif yang kini mendekam di balik bui Lapas Kelas IA Kedungpane, Ngaliyan.

“Saya menerima uang Rp 1,2 miliar dari Hadi Gajut atas perintah Tasdi di rumah saya,” ungkap Wahyu, di muka sidang, Rabu (10/4/2019).

Pertemuan dengan orang suruhan Tasdi pun berlanjut. Wahyu lalu menyerahkan duit sebesar Rp 600 juta kepada Haria Fikri. Penyerahan uang itu atas perintah Taufik Kurniawan.

“Sisanya baru diberikan kepada saya,” akunya.

Saat orang suruhan Tasdi, ia mengaku telah menyanggupi memberi komitmen fee 5 persen agar aliran Dana Alokasi Khusus untuk Purbalingga tahun 2017 dapat dicairkan.

Saat kasus suap aliran dana APBN itu terbongkar, ia mengatakan uang Rp 600 juta itu kemudian dikembalikan kepada penyidik KPK. Uang tersebut kemudian dijadikan sebagai barang bukti oleh penyidik.

“Saya sudah mengembalikan uangnya kepada penyidik saat diperiksa,” tuturnya. (far)

 

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.