Ketua MUI Jateng: Jangan Mudah Berikan Vonis Gila Pada Penyerang Ulama

Ketua MUI Jateng
Ketua MUI Jateng, Ahmad Daroji. (foto: metrojateng.com)

 

SEMARANG – Maraknya kasus penyerangan terhadap ulama membuat kecemasan masyarakat dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah. Apalagi dalam beberapa kasus penyerangan pelakunya belum dintindak tegas hanya karena diduga gila.

Ketua MUI Jawa Tengah KH Ahmad Daroji mengatakan, pihak kepolisian diharapkan menjaga keamanan setiap ulama dari orang-orang yang ditengarai ingin melakukan penyerangan. Ulama pun dihimbau agar selalu hati-hati dan selalu waspada apabila ada orang yang mencurigakan di lingkungan masjid maupun rumah.

‘’Selain aparat kepolisian harus tegas, para ahli kejiwaan di rumah sakit juga hendaknya tidak dengan mudah memvonis pelaku penyerangan sebagai orang gila. Harus bisa dilakukan tes secara lebih mendalam,’’ kata KH Ahmad Daroji, Minggu (25/2).

Dia menyatakan, sangat menyayangkan adanya vonis dari tenaga medis kejiwaan yang saat ini sepertinya dengan mudah memvonis gila terhadap pelaku penyerangan ulama. Seharusnya dilakukan kajian dan tes psikologis secara mendalam terhadap para terduga pelaku penyerangan.

‘’Semoga yang berlagak tidak waras dapat diwaraskan Allah, dan tidak ada lagi kasus ulama yang dibacok, dianiaya, dan lainnya. Selain itu semua umat beragama tetap dapat menjaga kerukunan bangsai,’’ katanya.

Sementara itu terkait adanya orang yang tidak dikenal mendatangi kediaman anggota Komisi Hukum MUI Jateng Zaenal Abidin, dia mengatakan belum dapat berkomentar karena belum bertemu langsung dengan yang bersangkutan. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

81 − 77 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.