Ketua DPRD Minta Pemkot Tingkat Deteksi Dini Kebakaran

Masih banyak wilayah-wilayah padat penduduk dan rawan kebakaran di Semarang tidak ada hidrannya.

SEMARANG- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang minta Pemkot Semarang mampu mendeteksi sekaligus mencegah terjadinya kebakaran.

Ketua DPRD Kota Semarang H Supriyadi, SSos, MA ketika memimpin rapat paripurna DPRD Kota Semarang bersama unsur pimpinan lain dan dihadiri olwh Walikota Semarang Hendrar Prihadi. Foto: dokumentasi DPRD Kota Semarang.

Seiring musim panas ekstrim dengan suhu di Kota Semarang mencapai 33 derajat celsius sampai 36 derajat celcius.

“BPBD dan pihak-pihak kelurahan harus memantau lingkungan masing-masing. Mendeteksi dini dan mencegah potensi-potensi kekeringan dan kerawanan kebakaran di wilayahnya,” kata Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi kepada metrojateng.com, Selasa, 7 Agustus 2018.

Kewaspadaan untuk mendeteksi dini munculnya potensi kekeringan dan kebakaran harus ditingkatkan. Jangan sampai, katanya, ketika terjadi kejadian itu ternyata malah belum memiliki data lokasi rawan kebakaran dan kekeringan.

“Masyarakat juga kami berharap ikut mewaspadai dampak musim kemarau yang panjang. Harus diantisipasi misalnya intalasi listrik di rumah yang sudah usang, maka harus diganti. Matikan putung rokok sebelum dibuang ke tempat sampah,” katanya.

Selain itu, politisi PDI Perjuangan meminta kepada Pemkot Semarang juga diharapkan agar menyediakan hidran di daerah-daerah padat penduduk dan daerah yang sulit terjangkau petugas pemadam kebakaran ketika ada kebakaran.

“Masih banyak wilayah-wilayah padat penduduk dan rawan kebakaran di Semarang tidak ada hidrannya. Jika butuh pendanaan, kami siap anggarkan di perubahan 2018 atau anggaran murni 2019,” tegasnya. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.