Ketahanan Keluarga Modal Penting Menghadapi Era Pandemi & 4.0

- Webinar Dharma Wanita Persatuan UIN Walisongo Semarang

Kegaitan Webinar Nasional Ketahanan Keluarga yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) UIN Walisongo Semarang, Senin (7/9/2020).

SEMARANG – Merespon situasi pandemi covid-19 yang belum usai, serta perkembangan era 4.0, Dharma Wanita Persatuan (DWP) UIN Walisongo Semarang selenggarakan Webinar Nasional Ketahanan Keluarga, Senin (7/9/2020)

Selain diikuti masyarakat umum, acara yang diselenggarakan secara virtual ini juga dihadiri oleh perwakilan DWP di Lingkungan Kementerian Agama Republik Indonesia. Hadir sebagai Keynote Speaker, Pembina Dharma Wanita Persatuan Kemenag Hj Anni Susilowati Fachrul Razi, yang menyampaikan bahwa tema revolusi ketahanan keluarga sangat relevan menjadi topik diskusi di masa-masa ini.

Menurutnya, ketangguhan keluarga dalam menghadapi situasi pandemi covid-19 dan kemajuan teknologi adalah modal awal untuk keberhasilan bangsa dalam menjawab persoalan zaman.

“Penguatan komunikasi dalam keluarga yang disertai dengan ketaatan terhadap ajaran Agama, merupakan modal utama bagi keluarga dalam menghadapi situasi ini.” Ujar Istri Menteri Agama, Jend (Purn) Fachrul Razi ini.

Hal senada juga disampaikan oleh, Dr. Hj. Arikhah Imam Taufiq, M.Ag, menurutnya persoalan ketahanan keluarga adalah fakta tantangan zaman yang sedang dihadapi oleh Keluarga dan para perempuan.

“Persoalan ekonomi dan perkembangan teknologi adalah masalah faktual yang sedang dihadapi oleh keluarga di masa ini, oleh karenanya keluarga sebagai suatu sistem harus berfungsi dengan baik,” jelas Ketua DWP UIN Walisongo Semarang ini

Menjadi pemateri pertama adalah Hj. Nawal Nur Arafah Taj Yasin, Lc. M.A, yang menyampaikan materi mengenai pengaruh Era. 4.0 pada ketahanan keluarga.

Menurutnya, cara pandang, sikap, dan perilaku yang moderat harus menjadi pegangan yang kuat dalam menghadapi tantangan era 4.0.

“Era digital seperti saat ini berpengaruh positif dan negatif pada tatanan keluarga, penguatan religiusitas keluarga yang moderat harus selalu dipegang sebagai modal dasar untuk melahirkan generasi yang kuat.” Ujar Pengasuh Ponpes Al Anwar Rembang ini.

Dr. Hj. Maria Ulfah Anshor, M.Si, Ketua Prodi S3 FIN UNUSIA, menjadi Pemateri kedua menyampaikan materi relasi keluarga dalam hal penguatan hubungan emosional.

“Komitmen, kedekatan emosi dan gairah adalah tiga hal yang dapat menciptakan relasi positif dalam perkawinan, ketiganya harus seimbang satu sama sisi sehingga ketahanan keluarga dapat terjaga dengan baik.” Ungkap Dosen yang juga komisioner komnas perempuan ini.

Sementara itu, Pemateri Ketiga, Budayawan nasional Prie Gs membahas mengenai konsep ketahanan keluarga. Ia menyampaikan bahwa kualitas dan ketahanan keluarga sangat ditentukan oleh tujuh aspek, yaitu kulitas ibu, ayah, hubungan pernikahan orang tua, cara orang tua mencari rezeki, cara orang tua membelanjakan rezeki, lingkungan sekitar, dan yang terakhir adalah bagaimana cara orang tua menyekolahkan anaknya.

“Jika diibaratkan anak adalah proposal masa depan, maka tujuh aspek itulah akan sangat berdampak pada kualitas seorang anak,” ungkap Budayawan kelahiran Kendal ini. (duh)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.