Kesulitan Melacak 201 Ribu Warga Jateng yang Belum Rekam e-KTP

Pemerintah kesulitan melacak keberadaan 201.000 warga yang belum merekam data e-KTP. Ada yang menjadi tenaga kerja wanita, tenaga kerja Indonesia, pindah domisili ke provinsi lain, hingga telah meninggal. 

 

Kemendagri meminta pemda segera menuntaskan rekam data e-KTP untuk pelaksanaan Pemilu 2019. Foto: metrojateng.com

 

SEMARANG – Mendekati momentum Pemilihan Presiden 2019, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Jawa Tengah memastikan proses perekaman data untuk Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) mencapai 97,5 persen.
Kepala Dispendukcapil Jawa Tengah, Sudaryanto mengklaim bahwa angka tersebut merupakan capaian tertinggi secara nasional. Ia menegaskan kini tinggal 201.000 warga yang belum rekam data e-KTP. Namun, diakuinya mengajak warga untuk merekam data e-KTP tidak gampang.

 

“Setelah kami menyelesaikan rekam data e-KTP mencapai 97,5 persen, saat ini tinggal menyisakan 201.000 orang yang belum terdata. Nah mereka ini ternyata sangat sulit dilacak keberadaannya. Ada yang menjadi tenaga kerja wanita, tenaga kerja Indonesia, pindah domisili ke provinsi lain maupun telah meninggal,” kata Sudaryanto saat dikontak metrojateng.com, Rabu (9/1/2019).

 

Pihaknya selama ini sudah berupaya maksimal untuk menuntaskan rekam data e-KTP ke semua pelosok daerah. Bahkan, ia harus mengajak beberapa kepala daerah untuk melonggarkan waktu demi mencari warga yang belum rekam data.

 

Pelacakan, lanjut dia, juga dilakukan dengan door to door menyambangi panti jompo, rutan atau lembaga pemasyarakatan, rumah sakit hingga mendatangi rumah yang dihuni para penyandang disabilitas.

 

Hasil pelacakan yang dilakukannya selama ini, kata Sudaryanto, ditemukan 88.000 warga Kabupaten Brebes yang belum rekam data e-KTP.

 

Jumlah tersebut paling tinggi ketimbang daerah-daerah lainnya. “Saat dilacak ulang, di Brebes rupanya ada 88.000 orang yang belum rekam data e-KTP. Maka beberapa bupati dan walikota kami ajak untuk jemput bola ke rumah warga. Ketika upaya itu dilakukan, kami bisa merekam data e-KTP sebanyak 3.000 orang di Brebes,” ungkapnya.

 

Selain Brebes, pihaknya menyatakan warga yang belum rekam data rata-rata tinggal di Kabupaten Cilacap, Banyumas, Kabupaten Tegal dan Temanggung.

 

Meski begitu, ia mengaku optimistis mampu merampungkan rekam data e-KTP sebelum 17 April nanti. Dengan demikian, semua warga sudah bisa ikut coblosan Pemilu 2019 nanti.

 

“Kami berusaha optimal. Kota Solo sudah beres rekam datanya, Kota Semarang beberapa ada yang belum rekam data. Yang jelas akan kami upayakan terus supaya seluruh warga Jateng bisa ikut coblosan,” tandasnya. (far)

 

Ucapan Lebaran 1440
Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.