Kesulitan Elpiji, Rumah Tukang Bakpao Terbakar

Rumah Rajiman di kampung Tejosari kelurahan Magersari Kota Magelang, terbakar habis, Sabtu (23/9) sore. Diduga, api berasal dari ledakan kompor yang berbahan bakar bensin. (foto: metrojateng.com/ch kurniawati)

MAGELANG – Rajiman (60) warga kampung Tejosari kelurahan Magersari Kota Magelang harus dilarikan ke RSUD Tidar, Sabtu (23/9) sore. Kaki dan tangannya terbakar dan melepuh akibat kompor yang dipakainya untuk membuat bakpao meledak. Naas, ledakan menimbulkan kebakaran dan membakar ludes rumahnya.

Dua sepera motor, pesawat televisi, kulkas dan perabotan lain turut hangus terbakar. Beruntung tak ada korban jiwa. Api dapat dipadamkan sebelum merembet ke rumah lain yang berimpitan. Empat mobil pemadam kebakaran diturunkan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, Rajiman memakai jenis kompor yang sama dengan kompor yang dipakai untuk memasak mi ayam. Namun Rajiman mengganti gas dengan bensin, sebab kesulitan mendapatkan elpiji tabung 3 kg. †.”Pak Rajiman pernah mengeluh kesulitan mendapatkan gas 3 kg, kemudian beralih ke bensin yang dirasa lebih murah. Karena mencari minyak tanah juga sudah tidak ada,” kata Agung (45), warga setempat.

Ledakan terjadi pada saat rajiman memompa kompor untuk mengukus bakpao. Api cepat membesar dan menjalar ke seluruh rumah Rajiman yang masih semi permanen. Angin yang sedang kencang saat itu mempercepat menjalarnya api. Agung sendiri mengetahui ada kebakaran setelah dibangunkan istrinya.

Warga lantas bergotong royong memadamkan api dengan menggunakan air yang diperoleh dari kali Manggis maupun dari rumah sekitar, sebelum mobil pemadam datang.

Rajiman membuat dan menjual bakpao sejak 30 tahun lalu. Ia dibantu istrinya Suyatmini, dua putranya Saiful serta Dewi dan beberapa karyawan. Saat kejadian, istri dan anak serta karyawan sedang mencetak bakpao di bagian belakang. Sedangkan Rajimin mengukus bakpao di rumah bagian depan.

Kapolres Magelang Kota AKBP Hari Purnomo mengaku belum bisa menyimpulkan penyebab kebakaran. “Anggota masih melakukan penyelidikan penyebab kebakaran,” katanya di lokasi kebakaran. Informasi awal yang didapatkannya adalah, kompor meledang karena adanya kesalahan operasional.

Walikota Magelang Sigit Widyonindito dan Wakil Walikota Windarti Agustina langsung meninjau lokasi. Sigit memberikan bantuan kepada korban dan meminta warga sekitar untuk bergotong royong membangun rumah korban yang terbakar. (MJ-24)

 

 

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

77 − = 72

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.