Kesaksian Sopir Taksi Kosti Lolos dari Perampokan Meski Leher Dijerat Kabel

Saat melintas di kawasan ruko belakang Hotel Fave Solo Baru, penumpang laki-laki langsung menjerat leher Sumarno menggunakan kabel.

SUKOHARJO – Percobaan perampokan yang dialami masih menyisakan trauma bagi Sumarno. Sopir Taksi Kosti Solo ini berkisah ketika dirinya harus berjuang melawan dua penumpangnya hingga akhirnya lolos dari maut.

Sumarno masih menjalani perawatan di RS Dr Oen Solo Baru. Foto: metrojateng.com

Sumarno, warga Desa Kenokorejo, Kecamatan Polokarto, Klaten masih menjalani perawatan di RS Dr Oen Solo Baru karena luka-luka yang dia derita akibat peristiwa yang terjadi pada Minggu (3/2) malam tersebut.

Saat itu Sumarno mengendarai taksi Kosti nomor 114 berpelat nomor AD 1022 DA di sekitar kawasan Solo Baru. Sekira pukul 21.30 dia menerima orderan penumpang di sebelah timur Hotel Brother Inn menuju sekitar belakang Hotel Fave, Solo Baru.

Penumpang taksi terdiri dari laki-laki berusia sekitar 30 tahun dan perempuan ABG. Penumpang perempuan duduk di samping sopir. Sedangkan laki-laki duduk di jok tengah di belakang sopir.

Saat melintas di kawasan ruko belakang Hotel Fave Solo Baru, penumpang laki-laki langsung menjerat leher Sumarno menggunakan kabel. Sedangkan si perempuan menyerang memakai pisau cutter.

“Saat dijerat kabel, saya membunyikan klakson berulangkali untuk menarik perhatian warga. Kondisi saat itu cukup sepi, tidak ada warga yang keluar rumah,” terang Sumarno, saat ditemui di Rumah Sakit Dr Oen, Solo Baru, Selasa (5/2/2019).

Dilanjutkan Sumarno, dia sempat melakukan perlawanan dengan merebut pisau cutter. Bahkan, ia sempat mematahkan pisau cutter saat terjadi pergumulan di dalam mobil.

Sumarno lantas membuka pintu dan menendang pelaku perempuan keluar mobil. Dia lantas menghubungi petugas operator taksi Kosti Solo setelah kejadian itu.

Beberapa menit kemudian, sejumlah sopir taksi lainnya yang mendengar informasi tersebut menuju ke lokasi kejadian. Mereka mendapati korban bersimbah darah di kedua tangannya sembari meminta pertolongan.

Menurut Sumarno, dia tidak ingat pasti wajah kedua pelaku. “Mereka bicara pakai logat ngapak,” terangnya.

Ditemui terpisah, Kapolsek Grogol AKP Didik Noertjahjo mengatakan, pihaknya masih mendalami laporan percobaan perampokan tersebut. Adapun barang bukti yang disita di lokasi kejadian yakni satu unit mobil taksi Kosti Solo, patahan pisau cutter, dan kabel.(MJ-28)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.