“Kerapu” Dorong Budidaya Ikan di Pesantren

Konsumsi ikan di Indonesia masih di angka sekitar 55 kilogram per kapita.

DEMAKKeluarga Alumni Perikanan Undip (Kerapu) mendorong peningkatan konsumsi ikan di kalangan santri. Selain itu juga mendorong adanya budidaya ikan di pondok pesantren.

Abdul Kadir Karding mengunjungi Ponpes Giri Kusumo, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Rabu (16/10/2019). Foto: dokumentasi

Ketua Kerapu, Abdul Kadir Karding menuturkan bahwa konsumsi ikan di Indonesia masih di angka sekitar 55 kilogram per kapita.

“Untuk itu, kami mendorong peningkatan konsumsi ikan, terutama di kalangan santri,” ujarnya saat kunjungan di Pondok Pesantren Giri Kusumo, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Rabu (16/10/2019)

Di hadapan ratusan santri, Karding menyampaikan, Ikan merupakan daging yang banyak mengandung protein dibanding dengan daging yang lain.

“Santri biasanya mengonsumsi daging di luar ikan. Jadi, kegiatan ini kami mengajak santri untuk konsumsi ikan. Ikan itu daging dengan kualitas protein yang baik,” paparnya.

Selain itu, ia mendorong adanya kolam ikan di tiap pondok pesantren. Hal ini supaya program konsumsi ikan dapat terwujud dengan baik.

“Iya, salah satunya kami mendorong supaya ada kolam ikan di tiap pesantren,” lanjutnya.

Dalam kunjungannya, Karding juga memberikan ikan kepada para santri untuk dimakan secara bersama-sama. “Kegiatan ini bekerja sama dengan Kementerian Perikanan,” imbuhnya.

Sementara, KH Munif Zuhri pengasuh Pondok Pesantren Giri Kusumo menerangkan bahwa ikan mengandung protein yang dapat menjaga mata dari kerabunan. “Ikan itu mengandung protein. Bisa menjaga mata dari rabun,” tuturnya.

Ia berharap, para santri dapat mengonsumsi ikan. “Ikan itu halal, kecuali ambil dari tetangga,” tandasnya sambil guyon.(MJ-23)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.