Kerahkan 35 Ribu Personel TNI-POLRI Amankan Kampanye Terbuka

Peserta pemilu diperbolehkan memobilisasi massa di lapangan atau tempat terbuka.

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono bersama Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI M Effendi dan Wakil Gubernur Jateng Tak Yasin saat mengecek kesiapan pasukan pengamanan Pemilu 2019. (metrojateng.com/ahmad khoirul asyhar)

 

SEMARANG – Tahapan kampanye terbuka atau rapat umum Pemilu 2019 menjadi perhatian aparat keamanan. Hal itu karena peserta pemilu diperbolehkan memobilisasi massa di lapangan atau tempat terbuka. Sebanyak 35 ribu personel gabungan TNI dan Polri dikerahkan dalam pengamanan tersebut.

“Kampanye rapat umum ini peserta Pemilu diperbolehkan memobilisasi massa di lapangan. Jadwalnya sudah diatur setiap dua hari sekali dimulai hari Minggu tanggal 24 Maret,” kata Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono usai mengecek kesiapan personel dalam Apel Gelar Pasukan Menghadapi Pemilu 2019 di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Semarang, Jumat (22/3/2019).

Condro menjelaskan setiap ada event besar akan dilakukan konsolidasi dan kemudian diterjunkan personel untuk pengamanan. Terkait pengamanan selama kampanye terbuka ini, Polda Jateng mengerahkan 23 ribu personel ditambah 12 ribu personel TNI.

“Personel akan disiapkan untuk pengamanan kampanye terbuka sampai tanggal 13 April nanti,” ungkapnya.

Sementara mengenai aturan tempat kampanye terbuka, tiap daerah di wilayah Jateng memiliki aturan masing-masing. Tempat yang diperbolehkan untuk kampanye terbuka adalah yang sudah direkomendasikan oleh Bupati atau Wali Kota di masing-masing Kabupaten/Kota.

“Biasanya di lapangan atau tempat umum yang sudah direkomendasikan Bupati dan Wali Kota masing-masing daerah. Misal di Kota Semarang ada tempat umum yang tidak bisa digunakan kampanye terbuka yakni Lapangan Simpang Lima ini,” pungkasnya. (aka)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.