Kepala BBPLK Semarang Ingatkan Pelaku Bisnis Fashion Harus Kreatif di Tengah Pandemi Covid 19

SEMARANG – Di tengah pandemi Covid-19, Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Semarang, mengajarkan kepada siswa-siswinya agar mampu memiliki keterampilan dalam pemasaran. Keterampilan itu antara lain dengan berinovasi, berkreasi, dan berkolaborasi.

“Kalau hanya menunggu konsumen bakal sulit bersaing. Sebab sekarang fashion menjadi barang yang bukan lagi sebuah barang primer, akan tetapi tersier,” ungkap Kepala BBPLK Semarang, Edi Susanto di sela-sela event Semarang Fashion Convention 2020 ketiga di Studio Catwalk, BBPLK Semarang Jl Bridjen Sudiarto, Pedurungan, Semarang,

Menurutnya dari selain dilatih memproduksi fashion peserta juga diberi ketrampilan pemasaran.

”Ini yang sekarang kita asah terus apalagi ditengah pandemi seperti sekarang ini”, ujarnya.

BBPLK, lanjut dia, tidak hanya sekedar membekali kompetensi kerja saja, akan tetapi setelah selesai pelatihan harus juga dikawal untuk bekerja atau berwirausaha. Sebagai balai latihan kerja maka harus berkolaborasi dengan industri maupun orang-orang yang memiliki jiwa entrepreneur ataupun wirausaha, tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Jateng Santoso mengungkapkan bahwa industri fashion sebelum pandemi sangat bagus karena sumber daya lokalnya bagus.

Namun, disituasi pandemi ini pihaknya mendorong penjualan secara online karena menghindari kontak fisik. Sebelum pandemi banyak sekali kegiatan yang diadakan, diantaranya pameran, bertemu dengan industri-industri besar, dan membuka peluang pasar di luar negeri. Namun disituasi pandemi ini hanya mendukung dan mendorong untuk penjualan secara online, tutup Santoso.(eff)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.