Kendalikan Peredaran Pupuk Bersubsidi, Negara Keluarkan 1,6 Juta Kartu Tani

Mentri BUMN Rini S Sumarno saat memberikan bantuan kepada petani dalam acara peluncuran kartu tani di pendopo lapangan Drh Soepardi, Kabupaten Magelang, Kamis (12/1). (foto: ch kurniawati)

MAGELANG- Video Conference antara Mentri BUMN Rini S Sumarno bersama Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di lapangan Drh Soepardi Kabupaten Magelang, Kamis (12/1), dijadikan ajang curhat oleh beberapa kepala daerah, terutama soal jatah pupuk bersubsidi. Salah satu kepala daerah yang “curhat” adalah Bupati Grobogan Sri Sumarni.
    Sri Sumarni yang terlihat di dampingi kepala BRI setempat kepada Gubernur minta agar alokasi jatah pupuk bersubsidi di tambah. Sebab di tahun 2016, pupuk urea dijatah 72 ribu ton, namun tahun 2017 justru kuotanya turun menjadi 68 ribu ton.
    “Saya minta ada tambahan kuota lagi bu Mentri. Saya paham betul soal distribusi pupuk, karena saya sejak lama sudah bergelut dengan pupuk,” kata Sri Sumarni yang disambut dengan tawa oleh Rini dan Ganjar.
    Video Conference itu dilaksanakan dalam rangka peluncuran dan penyaluran Kartu Tani se-Jateng secara serempak. Beberapa kepala daerah yang berdialog dengan Rini dan Gubernur antara lain dari Grobogan, Salatiga dan Majeng.
    Dalam kesempatan video conference tersebut Gubernur banyak menanyakan soal kelangkaan pupuk di setiap daerah. Namun rata-rata setiap kepala daerah menyatakan kalau peredaran pupuk aman dan terkendali.
    Dalam kesempatan itu, Ganjar membagikan sebanyak 7.204 Kartu Tani kepada petani Kabupaten Magelang.
    Petani yang sudah mendapat kartu berbentuk mirip kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) itu akan terdata, mulai luas lahan yang dimiliki, jenis pertanian, hingga kuota pupuk yang diterima.
    Dengan demikian dengan adanya kartu tani maka bantuan pertanian oleh pemerintah tidak salah sasaran. 
    Dengan kartu tani ini, kata Ganjar, pupuk bersubsidi akan sampai di tangan petani yang berhak mendapatkan. “Jangan seperti dulu, ada pupuk piknik. Yang tidak berhak bisa membeli pupuk bersubsidi,” kata Ganjar.
    Dia menyebutkan,  hingga saat ini, sudah 22 dari 35 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah yang terdistribusi kartu tani. Pihaknya menargetkan tahun 2017 ini seluruh petani di wilayahnya mendapat kartu tani.
    Adapun jumlah petani Jawa Tengah yang sudah terdata sebanyak 1.484.221 orang, sementara jumlah rekening total mencapai 1.680.687. Per 8 Januari 2017, kartu tani yang sudah dibagikan mencapai 239.856, kartu yang sudah siap dibagikan lagi sebanyak 828.831 dan sudah dalam proses sebanyak 681.100 kartu.
    Pihaknya dibantu oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dalam hal ini Bank Rakyat Indonesia (BRI), sebagai leading sector program kartu tani.
    Asrofi, salah satu penerima kartu tani asal Desa Wanurejo Kecamatan Borobudur, mengaku senang bisa memperoleh kartu tani, sehingga ke depan bisa menikmati pupuk bersubsidi secara rutin.
    Sebelumnya, Asrofi mengaku cukup sulit membeli pupuk bersubsidi sehingga berimbas pada hasil pertanian yang tidak maksimal. Di lahan miliknya sendiri, Asrofi memanam padi dan palawija. (MJ-24)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

41 − 38 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.