Kendal Raih Penghargaan Lingkungan Hidup dan Kesehatan

Pemerintah Kabupaten Kendal bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memberikan fasilitas jamban bagi masyarakat.

KENDAL – Dua penghargaan sekaligus diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Kendal dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kedua penghargaan ini diterima Sekretaris Daerah (Sekda) Kendal Moh Toha yang mewakili Bupati Kendal Mirna Annisa, di waktu yang berbeda awal Oktober ini.

Sekretaris Daerah Kendal Moh Toha dan Kepala Dinas Kesehatan Kendal Ferinando Rad Bonay menerima penghargaan pengentasan Kendal dalam melakukan Stop BAB Sembarangan dan Program Sanitasi Total Bebasis Masyarakat. Foto: dokumentasi

Penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup diberikan atas kinerja Pemerintah Kabupaten Kendal dalam menjadi pembina Kampung Proklim tahun 2019. Sedangkan penghargaan dari Kementerian Kesehatan untuk pengentasan Kendal dalam melakukan Stop BAB Sembarangan dan Program Sanitasi Total Bebasis Masyarakat (STBM).

Moh Toha mengatakan penghargaan yang diraih bupati ini dikarenakan capaian atas pelaksanaan program dalam bidang kesehatan dan lingkungan yakni pewujudan kampung Proklim serta upaya pengentasan BAB Sembarangan di Kendal. Menurutnya peran serta dari masyarakat yang terus mendukung program pemerintah Kendal juga merupakan faktor utama dalam peraihan penghargaan ini.

“Patutnya kami berbangga, karena tahun kemarin mendapatkan penghargaan serupa dalam hal Proklim, tahun ini mendapatkan kembali penghargaan Proklim itu. Ditambah lagi penghargaan dari Kementerian Kesehatan dalam hal pengentasan BAB Sembarangan,” kata Moh Toha, Jumat (4/10/2019).

Dalam pelaksananan program pengentasan BAB sembarang contohnya, Pemerintah Kabupaten Kendal bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memberikan fasilitas jamban bagi masyarakat. Selain itu juga melakukan upaya pembinaan budaya hidup sehat dalam di masyarakat.

“Kami juga melakukan inovasi dengan memberikan kredit jamban melalu BPR milik pemda bagi masyarakat yang kurang mampu agar dapat mempunyai jamban sendiri,” jelasnya

Pihaknya pun bertekad untuk memiliki target program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang saat ini terus digalakkan agar menjadi STBM Berkelanjutan.

“Dalam melaksanakan program STBM sebenarnya cukup berat, akan tetapi kami mempunyai target program STBM akan rampung pada akhir tahun 2020 dan membentuk STBM Bekelanjutan,” pungkasnya. (MJ-01)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.