Kenalkan Keelokan Desa Wisata lewat Borobudur Interhash Reunion

Peserta Borobudur Interhash Reunion ini terbagi dalam terbagi tiga bagian, yakni short (3-4 km), long (7-10 km), superlong (21 km).

MAGELANG – Ribuan peserta dari berbagai negara mengikuti “Red Dress Run”, yang digelar untuk mengawali ajang Borobudur Iterhash Reunion. Mengenakan kostum berwarna merah, mereka memulai start di komplek Bakorwil Kota Magelang, Jumat (26/10/2018).

Para peserta Borobudur Interhash Reunion mengikuti “Red Dress Run”, Jumat (26/10/2018). Foto: metrojateng.com/ch kurniawati

Para peserta nampak antusias dan gembira lantaran mereka dihibur dengan kesenian tradisional dari Komunitas Lima Gunung, seperti Gaculan Bocah, Soreng, Goh Muko dan sebagainya.

Para hasher yang sebagian besar berusia di atas 50 tahun ini akan berjalan atau berlari sejauh 4 km, menyusuri Jalan Veteran, Jalan A Yani, Jalan Pemuda, Jalan Jenderal Sudirman dan berakhir di Artos Hotel Magelang.

Di sepanjang jalan mereka juga masih disuguhi dengan kesenian tradisional, sehingga para peserta benar-benar memperoleh suguhan yang menarik.

Saat tiba di Alun-alun Timur, para hasher yang mayoritas dari luar tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk ikut menari bersama dengan para seniman tari yang tampil l.

Sementara itu, Borobudur Interhash  Reunion dilangsungkan pada Sabtu (27/10) dengan start dari beberapa desa di wilayah Candi Borobudur, Kabupaten Magelang. Interhash merupakan kegiatan lintas alam yang menggabungkan olahraga lari dan berjalan.

Liem Chei An, penggagas acara tersebut memaparkan, event ini diikuti peserta dari 15 negara. Di antaranya Malaysia, India, Australia, Filipina, Tiongkok, Jepang, Korea, dan Indonesia sebagai tuan rumah.

Acara Borobudur Interhash Reunion ini juga sebagai ajang untuk studi banding panitia Pemerintah Zhangjiaje, Cina yang akan mengadakan, Zhangjiajie Pan Asia Hash 2019 mendatang.

Menurut Liem, kegiatan ini sangat positif untuk memperkenalkan Magelang kepada dunia internasional. Karena Magelang memiliki potensi yang sangat luar biasa, terutama potensi wisata, kuliner dan kerajinan.

“Kehadiran para hasher paling tidak membawa dampak yang luar biasa terutama meningkatkan roda perekonomian masyarakat Magelang,” tandas Liem.

Ia menambahkan, rute yang ditempuh oleh para peserta Borobudur Interhash Reunion ini terbagi dalam terbagi tiga bagian, yakni short (3-4 km), long (7-10 km), superlong (21 km).

“Untuk rute pendek, start dari kawasan Balkondes Tuk Songo menuju kawasan Candi Borobudur, rute panjang dari kawasan Balkondes Tuk Songo dan kembali ke Tuk Songo,” kata Liem Chie An yang juga Ketua Yayasan Borobudur Marathon.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Jawa Tengah, Urip Sihabudin mengapresiasi kegiatan ini. “Karena nyata kegiatan ini sangat luar biasa dan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat di Magelang ini,” katanya. (MJ-24)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.