Kenalan via Facebook, Buruh Bangunan Cabuli Empat Anak di Bawah Umur

Korban Diiming-imingi Handphone

Selain mendapatkan korban di dunia maya, tersangka juga tega melakukan tindakan yang tak pantas tersebut kepada tetangganya sendiri.

BREBES – Berhati-hatilah kepada orang tua, khususnya bagi Anda yang memberikan akses kepada anak-anak untuk bermain sosial media. Pasalnya, di Kabupaten Brebes, seorang pria ditangkap Polisi, karena diketahui menyetubuhi empat orang anak di bawah umur, dengan modus berkenalan di facebook.

Tersangka pencabulan terhadap anak di bawah umur digelandang petugas Unit PPA Polres Brebes untuk dimintai keterangan. Foto : metrojateng.com/ adithya

Tersangka yang diketahui bernama Warsito, harus berurusan dengan pihak Kepolisian, setelah diketahui melakukan tindak pidana pencabulan dan membawa kabur anak di bawah umur.

Saat diperiksa penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), warga Desa Kedunguter, Kecamatan Brebes ini mengaku telah menyetubuhi empat orang anak, yang dua di antaranya berkenalan melalui media sosial facebook.

“Ada dua anak yang kenalan di FB (Facebook). Setelah diajak kenalan, lalu saya minta nomor teleponnya. Kalau yang dua lagi, itu tetangga saya,” ungkap Warsito kepada penyidik.

Setelah mendapat nomor telepon para korban, pria yang berprofesi sebagai buruh bangunan ini mengaku langsung melancarkan aksinya dengan bujuk dan rayuan manis. Bahkan, para korban diiming-iming akan dibelikan sebuah Handphone (HP).

“Saya janjikan dibelikan HP kalau mau melayani,” bebernya.

Hal tersebut dibenarkan Kasat Reskrim Polres Brebes, AKP Tri Agung. Aksi kejahatan seksual terhadap anak ini terungkap, setelah salah satu korbannya bercerita kepada orangtuanya. Dalam aksinya, para korban terlebih dahulu diajak berkenalan melalui jejaring sosial facebook.

Setelah berkenalan, tersangka kemudian merayu dan mengajak para korban bertemu. Selain mendapatkan korban di dunia maya, tersangka juga tega melakukan tindakan yang tak pantas tersebut kepada tetangganya sendiri.

“Ada satu korban yang sempat dibawa kabur tersangka. Ya itu tadi, karena terbujuk akan dibelikan HP sehingga para korbannya terbuai,” tegas AKP Tri Agung.

Hingga kini, pihak Kepolisian terus mengorek keterangan tersangka dan korban, termasuk mengumpulkan beberapa barang bukti. Atas perbuatannya, tersangka terancam 15 tahun hukuman penjara, sesuai dengan jerat undang-undang perlindungan anak. (MJ-10)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.