Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Kerek Inflasi Jateng

Kondisi ini tidak perlu ditakutkan. Sebab secara perhitungan, angka inflasi Jateng tergolong rendah.

SEMARANG- Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi beberapa waktu lalu langsung berimbas pada inflasi di Jawa Tengah.

Konsumen sedang mengisi BBM di salah satu SPBU di Kota Semarang. Pada bulan Oktober 2018 kenaikan harga BBM nonsubsidi memicu inflasi di Jawa Tengah sebesar 0,30 persen. Foto: metrojateng.com/Anggun Puspita

Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah mencatat inflasi bulan Oktober 2018 sebesar 0,30 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) 132,08.

Kepala BPS Jawa Tengah, Sentot Bangun Widoyono mengatakan, kondisi itu berbeda jika dibandingkan bulan September lalu sebagaimana di Jateng terjadi deflasi 0,01 persen dengan IHK 131,69.

“Perkembangan harga berbagai komoditas pada bulan Oktober lalu secara umum mengalami kenaikan. Adapun, penyumbang kenaikan dari kelompok perumahan, air, listrik, gas dan BBM, yakni sebesar 0,20 persen,”katanya, Kamis (01/11/2018).

Selain kenaikan BBM yang menjadi pemicu inflasi dan mengalami kenaikan harga adalah komoditas cabai merah, cabai rawit, jeruk dan semen. Namun, inflasi yang terjadi masih dalam batas kewajaran dan terkendali.

“Kondisi ini tidak perlu ditakutkan. Sebab secara perhitungan, angka inflasi Jateng tergolong rendah dibandingkan proyeksi inflasi nasional 3,5 persen,” katanya.

Sentot menambahkan, yang menahan laju inflasi Jateng adalah turunnya harga telur ayam ras, bawang merah, bawang putih, kangkung dan daging ayam kampung.

“Inflasi ini juga terjadi di enam ibukota provinsi di Pulau Jawa,” kata dia.

lnflasi tertinggi terjadi di Kota Bandung sebesar 0,50 persen diikuti DKI Jakarta sebesar 0,28 persen. Kemudian Kota Semarang sebesar 0,28 persen, Surabaya sebesar 0,15, Yogyakarta sebesar 0,13 dan inflasi terendah ada di Kota Serang sebesar 0,06 persen.

Beberapa daerah di Jateng yang mengalami inflasi juga. Di antaranya Cilacap terjadi inflasi tertinggi sebesar 0,41 persen dengan IHK sebesar 136,68. Kemudian, inflasi di Purwokerto dan Kota Tegal masing-masing sebesar 0,35 persen dengan IHK masing-masing sebesar 130,76 dan 130,40.

Selanjutnya, Kudus sebesar 0,29 persen dengan IHK sebesar 139,84. Sedangkan, inflasi terendah terjadi di Kota Surakarta sebesar 0,24 persen dengan IHK sebesar 128,29. (ang)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.