Kemristekdikti Gandeng KPK Garap Proyek Sepeda Motor Listrik

Kami minta didampingi KPK. agar tidak menyalahi prosedur dan bisa masuk industri.

SEMARANG- Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) siap menjual sepeda motor listrik mulai Januari 2019.

Menristekdikti, M Natsir. Foto: metrojateng.com/Fariz Fardianto

Untuk memulainya, Menristekdikti M Natsir mengaku harus meminta bantuan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tujuannya agar proyeknya tidak menyalahi prosedur.

“Ini produksi secara massal mulai Januari tahun depan. Semuanya sudah ditandatangani Bapak Menteri Perindustrian. Kami minta didampingi KPK agar tidak menyalahi prosedur dan bisa masuk industri. KPK setuju atas apa yang kami lakukan,” tutur Natsir, saat ditemui di Kota Semarang, Jumat (30/11/2018).

Ia mengklaim produksi motor listrik sudah dapat izin dari dua menteri yakni Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan Menhub Budi Karya Sumadi sudah memberi izin.

Produksi motor listrik juga sudah melewati koordinasi dengan Kemenko Kemaritiman. Pihaknya sudah membahas proyek ini dalam rapat bersama DPR RI.

“Sudah dicoba bapak presiden di Istana Negara. Presiden bertanya ini motornya kok jauh lebih halus dibanding lainnya. Bahkan, spidometernya bisa memantau kecepatan dan baterainya begitu motornya diberhentikan, bisa digunakan sebagai smartphone,” katanya.

Menurutnya hampir semua komponen mesin motor listrik buatan industri dalam negeri. Baterainya karya riset mahasiswa Universitas Negeri Sebelas Maret Solo. Begitupun dengan komponen lainnya.

Pihaknya memastikan jumlah motor listrik yang diproduksi massal per Januari 2019 mencapai 60.000 unit. Jumlah itu diproduksi dalam setahun ke depan. Nasir bilang rata-rata dalam sebulan produksi motor listrik sebanyak 5.000 buah.

“Itu kita produksi di satu line. Pada pabrik ada empat line. Kalau kurang memenuhi (kebutuhan pasar) akan ditambah dua line,” paparnya.

Ia berharap semua pegawai pemerintahan mau beralih memakai motor listrik dari moda ransportasi yang ada selama ini. “Instansi pemerintahan diharapkan kendaraannya pakai motor listrik,” kata Natsir. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.