Kementan Tanam Padi Jarwo Super di Boyolali

image
Kepala Balitbangtan Kementan, Muhammad Syakir dan Wakil Bupati Boyolali M Said Hidayat, menanam padi menggunakan transplanter.

BOYOLALI – Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Kementerian Pertanian, mengembangkan tanam padi serentak melalui Teknologi Jajar Legowo (Jarwo) Super di Kabupaten Boyolali. Teknologi yang baru pertama kali diterapkan di Indonesia ini guna mewujudkan ketahanan pangan, khususnya program peningkatan produksi nasional. 

Penanaman padi serempak melalui teknologi Jarwo Super itu dilakukan di areal lahan seluas 100 hektar. Penanaman padi serempak menggunakan alat transplanter, diawali oleh Kepala Balitbangtan, Muhammad Syakir dan Wakil Bupati Boyolali M Said Hidayat, di Desa Trayu, Kecamatan Banyudono, Boyolali, Selasa (19/7). 

Muhammad Syakir, mengatakan tanam serempak dengan teknologi Jarwo Super sangat menguntungkan. Selain produktifitas akan meningkat sekitar 50 persen dibanding biasanya, biayanya juga lebih irit. Pasalnya, menggunakan pupuk hayati dan pemupukan berimbang yang ramah lingkungan. 

“Kami melalui Balai Besar Penelitian Padi atau BB Padi, sejak 2007 hingga 2016 telah melepas berbagai VUB (varietas unggul baru) padi spesifik lokasi untuk semua agroekosistem budidaya padi, antara lain INPARI, HIPA, INPAGO, dan INPARA,” ujar Muhammad Syakir.

Menurut dia, tanam padi melalui teknologi tersebut berpeluang ada peningkatan produksi padi, baik melalui peningkatan produktivitas maupun perluasan areal tanam. Produktivitas nasional padi rata-rata mencapai 5,28 ton/hektar (ha) gabah kering panen (GKP). Sedangkan di tingkat penelitian dapat mencapai lebih dari 10 ton/ha GKP.

“Hasil panen padi dengan tanam serentak melalui teknologi jajar legowo super itu, bisa mencapai 12 ton gabah kering panen per hektarnya,” katanya.

Dikemukakan, tanam padi serempak dengan teknologi jajar legowo super ini akan menguntungkan petani setempat. “Petani akan diuntungkan karena program itu dalam rangka menyambut Peringatan Hari Pangan Dunia ke-36, yang akan digelar di Boyolali, pada tanggal 28-30 Oktober 2016 mendatang,” jelasnya. 

Panen raya hasil tanam serempak ini rencananya akan dilakukan oleh Presiden, Joko Widodo dalam acara peringatan Hari Pangan sedunia. “Program tanam serentak Jarwo Super ini, secara masif akan dikembangkan ke daerah lainnya di Indonesia tahun ini,” imbuh Muhammad Syakir.

Ada 12 provinsi yang akan menerapkan tanam serentak Teknologi Jarwo Super, yang masuhk wilayah lumbung padi. Antara lain Jawa Timur, Sumatera Selatan, Jawab Barat, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, Lampung, Sumatera Utara, dan Aceh. Kementerian Pertanian tahun ini menargetkan produksi padi nasional sebesar 76.226 juta ton. 

Sementara itu Wakil Bupati Boyolali, M Said Hidayat, mengatakan pihaknya dengan visi misi pro investasi mendukung penuh program pemerintah. Selain menjaga kehatanan pangan, juga untuk menyejahterakan para petani. (MJ-07) 

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

43 + = 48

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.