Kemenristekdikti Adaptasi Prodi Kuliah Berbasis Teknologi

Ini sudah dikembangkan oleh Amerika. Kita mengadopsi pola tersebut. Kita juga sudah buka nomenkelatur.

SEMARANG- Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir mengizinkan setiap perguruan tinggi negeri maupun swasta untuk membuka program studi eSport. Langkah itu demi menyikapi kebijakan sejumlah perguruan tinggi yang mulai membuka program terapan game.

Menristekdikti, M Natsir. Foto: metrojateng.com/Fariz Fardianto

“Ini sudah dikembangkan oleh Amerika. Kita mengadopsi pola tersebut. Kita juga sudah buka nomenkelatur. Jadi bebas, tinggal perguruan tingginya silahkan buka sendiri ya,” kata Nasir kepada wartawan di Gedung Prof Sudharto, Undip Tembalang Semarang, Jumat (30/11/2018).

Pihaknya sebenarnya akan meresmikan program mata kuliah terapan game di ITB pada 21 November 2018. Tetapi rencananya harus tertunda karena faktor teknis.

“Karena saya mendampingi kunjungan presiden, jadi belum bisa membuka. Di beberapa kampus sudah kami kembangkan art visual. Sudah ada (prodinya),” ujarnya.

Menurutnya sejumlah mata kuliah yang mengarah pada pembelajaran game saat ini sudah ada di kampus-kampus berbasis teknologi.

“Nantinya arahnya untuk menuju ke program studi virtual. Termasuk eSport. Sehingga setiap mahasiswa bisa mengikuti rangkaian kuliah di laboratorium dengan mempelajari game olahraga, bisa rekreasi juga. Masuknya ke situ semua. Nanti terintegrasi. Di dalamnya seolah-olah dia olahraga dalam ruangan,” kata Nasir.

Usman Sudibyo, Kepala Biro Kerjasama dan Urusan Internasional Udinus mengatakan, kampusnya salah satu yang tertarik mengembangkan ini. Dalam waktu dekat akan bernegosiasi dengan Kemenristekdikti guna membuka prodi eSport.

“Melihat animonya yang tinggi dan disukai mahasiswa, kemungkinan arahnya ke sana. Bisa jadi prodi sendiri kalau memang dibutuhkan,” tutupnya. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.