Kemenag Siap Kucurkan Dana untuk Pengembangan IAIN Surakarta

Anggarannya tidak hanya dari APBN saja tapi juga memanfaatkan dana dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) maupun dana asing.

SUKOHARJO – Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin siap menggelontorkan dana besar untuk membantu pengembangan Kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Hal tersebut disampaikan Lukman saat hadir di peresmian Gedung Pendidikan Terpadu IAIN Surakarta, Senin (4/3/2019).

Menteri Agama Lukman Hakim saat mengunjungi IAIN Surakarta, Senin (4/3/2019). Foto: metrojateng.com

Diketahui, rencananya IAIN Surakarta akan mengembangkan kampus di wilayah Kabupaten Karanganyar pada 2020 mendatang. Oleh sebab itu, Kemenag siap menggelontorkan dana besar untuk mengembangkan sarana dan prasarana di Kampus IAIN Surakarta.

“Kita di Kemenag sangat serius untuk membangun dan mengembangkan sarana dan prasarana di Perguruan Islam Negeri dan kita bersyukur dari Bupati Karanganyar menunjukkan komitmen tinggi yang akan menghibahkan tanahnya untuk dibangun kampus IAIN Surakarta,” terang Lukman.

Dari Kemenag akan melihat terlebih dahulu, kapan kira-kira pemanfaatan dari lahan yang akan dihibahkan Pemkab Karanganyar bisa dilakukan. Ini sebagai bentuk komitmen Kemenag agar Perguruan Islam ini benar-benar mampu mengembangkan diri. Tidak hanya IAIN Surakarta saja tapi juga di seluruh Indonesia yang berjumlah 58 perguruan Islam, yaitu tujuh dalam bentuk STAIN, 34 bentuk IAIN dan 17 dalam bentuk UIN.

“Ini agar bagaimana perguruan Islam ini betul mampu mengembangkan diri. Karena banyak sekali lulusan-lulusan pondok pesantren (ponpes), maupun madrasah yang ingin mengembangkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi,” ungkap dia.

Menurutnya, memang dibutuhkan dana yang tidak sedikit untuk mengembangkan ini. Namun dari Kemenag sudah siap, bahkan nanti anggarannya tidak hanya dari APBN saja tapi juga memanfaatkan dana dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) maupun dana asing.

“Butuh dana besar itu dan kita tetap mengalokasikan tiap tahunannya. Kita juga memanfaatkan beberapa lembaga donor asing. Kita serius mengembangkan dunia perguruan tinggi Islam di Indonesia,” imbuhnya.

Sementara itu Rektor IAIN Surakarta, Mudofir mengatakan jika IAIN Surakarta hanya punya lahan sekitar 8,5 hektar sedangkan jumlah mahasiswa mencapai 16 ribu. Sehingga ini tidak sebanding dengan kebutuhan layanan pendidikan.

“Ke depan kita akan terus mengembangkan kampus IAIN lebih luas lagi. Ini untuk memberikan pelayanan terbaik buat mahasiswa yang tersebar di seluruh Indonesia, bahkanada juga sejumlah mahasiswa dari negara lain,” ucap Rektor. (MJ-28)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.