Kembangkan Pendidikan Santri, BTN Sumbang 40 Komputer di Ponpes Al Fusha Pekalongan

PEKALONGAN – Perkembangan Pondok Pesantren (Ponpes) yang semakin pesat dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam sistem pendidikan nasional menjadi perhatian PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Pada safari Ramadan tahun ini, Bank BTN turun tangan memberikan bantuan berupa 40 perangkat  komputer untuk Pondok Pesantren Al Fusha Kedungwuni di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Maryono menyerahkan bantuan berupa 40 unit komputer kepada para santri Pondok Pesantren Terpadu Al Fusha, Selasa (29/5). Foto: istimewa

“Pesantren sebagai salah satu agent of change dan pengembangan sumber daya manusia kami terus dukung untuk memberikan pendidikan yang terbaik bagi para santri untuk menghadapi modernisasi serta kemajuan teknologi  dan menjadikannya sebagai peluang untuk mengembangkan potensi,” kata Direktur Utama Bank BTN, Maryono di sela-sela kunjungannya ke Ponpes Al Fusha Kedungwuni, Pekalongan, Selasa (29/5).

Dalam rilis kepada metrojateng.com, disebutkan Ponpes terpadu Al Fusha adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berbasis komunitas yang dikelola oleh Yayasan Fasihul Lisan. Ponpes yang berdiri sejak tahun 2013 tersebut memiliki tiga program keahlian yaitu teknik sepeda motor, tata busana dan akuntansi.

Untuk pengembangan pelatihan santri, Maryono menilai dibutuhkan fasilitas yang terkait dengan akses informasi dan teknologi sehingga bantuan yang diberikan berupa perangkat komputer bisa mengakomodasi kebutuhan para santri.

“Kami berharap para santri bisa memanfaatkan informasi dan teknologi uuntukkegiatan yang positif dan produktif dan bermanfaat untuk masyarakat,”  kata Maryono.

Pondok Pesantren telah lama menjadi perhatian Bank BTN. Sebelumnya bank yang fokus pada bisnis Kredit Pemilikan Rumah (KPR) ini meluncurkan aplikasi teknologi finansial (financial technology/fintech) bernama Mobile Apps Fintech Ponpes. Aplikasi ini bertujuan mendongkrak penghimpunan dana, dan melayani kegiatan bisnis dalam jaringan (daring) untuk kalangan santri.

Sementara itu terkait dengan safari Ramadan, Bank BTN telah melakukan sejumlah bantuan sosial maupun santunan, di antaranya santunan kepada anak yatim, pemberian bingkisan Ramadan bagi tenaga kerja informal yang mendukung operasional kantor BTN, bantuan peningkatan sarana prasana pondok pesantren di sejumlah lokasi dengan nilai total sekitar hampir Rp 1 miliar.

“Seiring dengan perkembangan bisnis Bank BTN, kegiatan CSR Bank BTN semakin luas, apalagi dengan program BUMN Hadir untuk Negeri yang digalakkan Kementerian BUMN,” kata Maryono.

Sebagai informasi, kinerja Bank BTN terus melaju di tengah perlambatan bisnis perbankan tahun ini. Per April 2018, Bank BTN mencatatkan kinerja yang positif, Dana Pihak Ketiga tumbuh 22,13 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi Rp192,39 triliun.

Sementara penyaluran kredit juga mmeningkat dibandingkan tahun lalu menjadi Rp205,16 triliun atau naik sekitar 20 persen dibandingkan tahun lalu.

Pertumbuhan kredit ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata perbankan. Per April 2018, Otoritas Jasa Keuangan mencatatkan pertumbuhan kredit industri perbankan sekitar 8,95%. Dengan kinerja bisnis yang baik, Bank BTN berhasil menggenjot asetnya menjadi Rp258,74 triliun atau naik sekitar 20% dibandingkan periode April 2017. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

79 − 75 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.