Kembangkan Glamping, Tarik Wisatawan Milenial Penyuka Petualangan

Bisa ditempuh dengan berjalan kaki atau menggunakan mobil off-road.

Direktur Utama BOB, Indah Juanita (berdiri) menjelaskan pengembangan Glamorous Camping (Glamping) di kawasan Borobudur, Kamis (7/2/2019). (Foto: Istimewa)

 

SEMARANG – Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Borobudur atau yang dikenal dengan nama Badan Otorita Borobudur (BOB) mengembangkan Glamorous Camping (Glamping) di Zona Otorita dan berbagai atraksi pendukungnya. Hal itu sesuai amanat Perpres 46 tahun 2017 yaitu mengembangkan zona otorita menjadi destinasi wisata, dan implementasi strategi Menteri Pariwisata.

 

Direktur Utama BOB, Indah Juanita menjelaskan Zona otorita ini diberi nama “Borobudur High Land”, sementara Glamping yang dikembangkan diberi nama “De Loano.” Luas lokasi event adalah 1,3 hektar dan dapat ditempuh dengan berjalan kaki atau menggunakan mobil off-road.

 

“Kami akan menyediakan semi-outdoor restaurant, Tourism Information Center, semi-outdoor cinema, cozy seating spot, photospot, dan public toilet. Generasi milenial yang menyukai petualangan akan tertarik dengan event ini,” ungkapnya dalam konferensi pers, Kamis (7/2/2019) lalu.

 

De Loano adalah hasil sinergi kerja sama antara BOB dengan Perum Perhutani. Glamorous camping dikatakannya bukan hanya sekadar tenda, namun juga menyertakan berbagai aktivitas yang akan memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan.

 

Dalam mengembangkan De Loano, BOB melibatkan masyarakat dari proses persiapan lahan, bahan-bahan yang diperlukan hingga pada operasionalnya. BOB akan mengembangkan aktivitas pendukung kepariwisataan di sekitar zona otorita dengan melibatkan masyarakat.

 

Pihaknya berharap dengan adanya pengembangan di Zona Otorita, maka ke depannya dapat memberikan dampak ekonomi positif, tidak hanya bagi institusi, namun juga bagi masyarakat dan menjadi model pengembangan kawasan pariwisata di area kerja BOB.

 

Untuk menambah atraksi dan keterlibatan masyarakat, BOB bekerja sama dengan GenPI Purworejo menggelar pasar digital di desa sedayu yang berjarak sekira 15 menit dari area Glamping. Pasar digital dijadikan sebagai salah satu aktivitas dari pengunjung Glamping.

 

Kegiatan ini adalah implementasi strategi menteri pariwisata tentang digital destination. Sekitar 70 anggota masyarakat akan berjualan produk lokal, dan pasar ini akan diviralkan oleh GenPI. (ade)

 

 

 

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.