Kembali ke Liga Pro, BJL 2000 Semarang Siap Orbitkan Pemain Lokal

Di PFL 2020, BJL 2000 Semarang menghuni Grup A yang diisi juara dan runner up PFL 2019, Vamos Mataram dan Black Steel Manokwari.

SEMARANG – Tim BJL 2000 Semarang tak akan melakukan perombakan untuk berlaga di Pro Futsal League (PFL) 2020. Sekitar 90 persen pemain yang sukses membawa tim meraih gelar juara Liga Futsal Nusantara 2019 tetap dipertahankan.

BJL 2000 Semarang kembali ke kasta tertinggi setelah dua tahun absen. Foto: dokumentasi istimewa

BJL 2000 Semarang kembali ke kompetisi kasta teratas setelah sempat absen dua tahun. Prestasi tersebut mengulang pencapaian serupa di tahun 2016. Namun kali ini mereka menorehkan dengan cara istimewa.

Tiga tahun lalu BJL 2000 meraih tiket promosi untuk pertama kali sebagai peringkat keempat Liga Futsal Nusantara. Tahun ini skuad Berkah Doa Ibu sukses menjadi juara LFN 2019 setelah menundukkan Kato Jeck FC Berau pada laga final di GOR Sasana Krida Satria Purwokerto, Minggu (22/9).

Sebelumnya Rico Aji Saputra dkk sudah lebih dulu mengamankan tiket promosi usai menyingkirkan Barean Mandiri di babak 8 besar. BJL 2000 Semarang bersama Kato Jeck FC, AXM Manado dan Bank Sumut bakal bersaing di Pro Futsal League 2020 sebagai tim promosi.

“Kembali ke liga pro jadi pencapaian luar biasa. Keberhasilan ini untuk para pemain, karena mereka sendiri yang memiliki kemauan kuat untuk kembali berkompetisi di kasta tertinggi,” kata CEO BJL 2000 Semarang, Suyatno, Senin (23/9/2019).

Di PFL 2020, BJL 2000 Semarang menghuni Grup A yang diisi juara dan runner up PFL 2019, Vamos Mataram dan Black Steel Manokwari. Grup ini juga berisikan Devina Kamiada FC, Young Rior Luwu Utara, Giga FC Kota Metro, Halus FC Jakarta dan sesama tim promosi, Kato Jeck FC.

Suyatno memastikan timnya tak akan banyak merombak komposisi skuad untuk kompetisi musim depan yang mulai digulirkan pada Desember 2019. Dia optimistis pemain-pemain asli Semarang yang sukses memberi gelar LFN 2019 masih cukup kompetitif bersaing di level tertinggi.

“Kami memiliki pembinaan berjenjang dan para pemain yang meraih gelar di Banyumas itu sudah bersama-sama selama tujuh tahun. Mereka layak dipertahankan, kalau ada penambahan mungkin 2-3 pemain saja,” ujar Suyatno.

Klub berlogo bajak laut itu memang cukup berhasil mengorbitkan pemain-pemain muda potensial. Kiper Timnas Muhammad Al Bagir juga mengawali karir dari klub ini.

“Semarang punya pemain-pemain bagus kok, mereka juga harus diberi kesempatan. Dan di BJL 2000 ini kami memberi wadah untuk berprestasi,” Suyatno menambahkan.

BJL 2000 Semarang menjadi fenomena unik di kancah kompetisi nasional. Pada 2016 mereka juga sukses menembus Pro Futsal League lewat Liga Futsal Nusantara.

Setelah dua musim berlaga di PFL bekerja sama dengan Cosmo FC dan Shiba FC, BJL akhirnya menjual slot ke SKN FC Kebumen pada 2018. Sempat mengalihkan fokus ke Liga 3 sepakbola dan Piala Suratin U-17, BJL akhirnya kembali ke futsal pada tahun ini. (twy)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.