Kemarau Panjang, Rawa Pening Berubah jadi Hamparan Sawah

Kedalaman Rawa Pening tersisa 3 meter akibat pendangkalan

AMBARAWA – Kemarau yang berkepanjangan telah mengakibatkan luasan Danau Rawa Pening semakin menyusut. Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Ruhban Ruzziyatno menyebutkan bila sebelum 1990 silam, Rawa Pening masih memiliki kedalaman sampai 15 meter. Kini kondisinya cukup mengkhawatirkan.

Penampakan eceng gondok yang memenuhi Danau Rawa Pening. Foto: metrojateng.com/fariz fardianto

“Kedalaman tersisa 3 meter akibat pendangkalan,” kata Ruhban, Minggu (14/10/2018).

Pantauan di lapangan, air yang telah menyusut di Rawa Pening, saat ini berubah menjadi berpetak-petak sawah yang dikelola oleh warga setempat. Budiono, waga setempat mengatakan sawah itu muncul akibat air danau yang mengering.

Ia dan warga lainnya lalu berinisiatif mengelola tanah di dasar danau untuk ditanami ragam tanaman mulai padi, semangka dan sayuran. “Tahun-tahun kemarin tidak sampai seperti ini. Baru kemarau tahun ini yang parah sampai kami mengubah mata pencaharian dengan mengelola sawah di bawah waduk Rawa Pening,” akunya.

Ruhban pun menyebut muncul terdapat masalah lain yang merugikan kelestarian alam sekitar, dari pendangkalan danau hingga eceng gondok yang tumbuh semakin tidak terkendali.

Lebih jauh, menurutnya eceng gondok yang ada di waduk tersebut saat ini telah memenuhi hampir 75 persen dari total luas Rawa Pening mencapai 2.667 hektar. Sedangkan, pendangkalannya setinggi 42 sentimeter. “Ada sampah dari pabrik, rumah tangga, dan 14 sungai,” urainya.

Data terhimpun dari Dinas Pengelola Sumber Daya Air Mineral (PSDA) Jawa Tengah menyatakan ada sebanyak 812 hektare sawah yang terletak di atas patok hitam dari +461,90 m sampai +462,90 m. Ladang seluas itu mengalami panen dua kali setahun.

Selanjutnya, sawah yang terletak antara patok merah dan patok hitam, yaitu pada elevasi +461,65 m sampai +461,90 m dengan luas 200 hektare. Setahun satu kali masa panen.

“Secara aturan, pertanian di lahan Rawa Pening tidak boleh. Sebab, tata ruangnya bukan tata ruang pertanian. Bisa dibayangkan kalau kondisi seperti ini dibiarkan, maka Rawa Pening akan menjadi cerita saja,” ungkapnya.

BBWS, tambahnya baru membersihkan eceng gondok yang bertebaran di atas Rawa Pening. Pihaknya juga dibantu dengan pemanfaatan eceng gondok oleh warga setempat.

Ia bilang sekitar 800 hektare lahan Rawa Pening sudah ditumbuhi eceng gondok. Tetapi baru ada 200 hektare di antaranya bisa diselesaikan selama 2 tahun.

Ia akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Semarang. Tujuannya untuk membersihkan danau dari enceng gondok. “Nanti di Rawa Pening akan dikerjakan penataan danau, pembatasan wilayah, hingga penataan zonasi industri eceng gondok, wisata air, dan perikanan,” tukasnya. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.