Kemarau Panjang Mengancam Petani di Slawi

Penyusutan debit air Bendungan Pesayangan mulai terjadi sejak bulan Agustus, seiring mengeringnya Sungai Kaligung.

SLAWI – Musim kemarau panjang mengakibatkan debit air Bendungan Pesayangan di Kabupaten Tegal terus menyusut. Jika sampai dengan bulan Oktober musim kemarau masih terjadi, ribuan hektar lahan pertanian di Kabupaten Tegal terancam tidak lagi mendapat pengairan.

Bagian dasar Bendungan Pesayangan yang biasanya tertutup permukaan air, kini terlihat karena berkurangnya tinggi permukaan air selama musim kemarau. Foto: metrojateng.com/adithya

Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, bagian dasar bendungan yang biasanya tertutup permukaan air, kini terlihat karena berkurangnya tinggi permukaan air. Penyusutan debit air Bendungan Pesayangan mulai terjadi sejak bulan Agustus, seiring mengeringnya Sungai Kaligung.

Penjaga Bendungan Pesayangan, Miftahudin menyebutkan, jika dalam kondisi normal bendungan mampu mengairi 1.898 hektar lahan pertanian di Tegal. Dimana pengairan tersebut dialirkan melalui tiga saluran irigasi sekunder, yakni saluran Irigasi Cangkring di bagian timur, Lemah Duwur di bagian barat dan Langon di bagian utara.

“Debit air bendungan yang berada di daerah aliran Sungai Kaligung, Desa Pesayangan ini menyusut drastis akibat musim kemarau panjang,” ungkap Miftahudin, Minggu (23/9/2018).

Menurunnya debit air bendungan, lanjut Miftah, menjadikan pengeluaran air untuk mengairi lahan pertanian terus menurun. Adapun saat ini suplai air dari Bendungan Pesayangan di bawah 1.000 liter per detik, sehingga pengairan terpaksa dilakukan secara bergilir.

“Selama kemarau ini ketinggian air mengalami penurun sekitar 30 sentimeter. Jika sampai dengan bulan Oktober hujan belum juga turun, ribuan hektar lahan pertanian di Tegal mungkin tidak akan mendapat pengairan,” pungkasnya. (MJ-10)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.