Kemarau Panjang, Dewan Minta BPBD Jamin Kebutuhan Air Bersih Warga 

Selain BPBD, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Moedal juga diminta harus melakukan antisipasi.

SEMARANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang diminta mengantisipasi ancaman dampak kekeringan pada musim kemarau ini. Khususnya ancaman terhadap kekurangan air bersih dan melakukan pemetaan daerah rawan kekeringan.

BPBD melakukan dropping air bersih untuk warga. Foto: metrojateng.com/dokumentasi

Sekretaris Komisi D DPRD Kota Semarang, Rukiyanto mengatakan, selain BPBD, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Moedal juga diminta harus melakukan antisipasi. Kedua instansi tersebut diminta harus aktif merespon ketika warga masyarakat kesulitan dan membutuhkan segera bantuan air bersih.

‘’Kami telah meminta pada kedua instansi milik pemerintah tersebut, mereka harus aktif untuk mengantisipasi dampak ancaman kekeringan selama musim kemarau,’’ katanya, Kamis (18/7/2019).

Dia yakin, BPBD sudah mempunyai data peta daerah rawan kekeringan dan kekurangan air bersih saat kemarau. Dengan data tersebut kedua instansi bisa bersama-sama melakukan antisipasi kejadian warga kekurangan air bersih.

Antisipasi harus dilakukan, karena menurut Rukiyanto kemarau juga rawan ancaman terjadinya banyak penyakit. Sehingga pemerintah melalui dua instansi tersebut harus memastikan kebutuhan dasar air bersih warga tetap tercukupi.

‘’Kami harap warga yang kesulitan mendapatkan air bersih juga segera melapor, dengan menghubungi BPBD dan PDAM,’’ tegasnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Semarang Agus Harmunanto mengatakan, pihaknya telah menyiagakan sebanyak 100 tangki air untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga yang membutuhkan. Sampai saat ini pihaknya juga telah melakukan droping air bersih ke sejumlah wilayah yang meminta seperti Deliksari, Kemijen, Trimulyo dan Rowosari.

‘’Tiap tangki air berisi 5000 liter air bersih. Bantuan pasti kami berikan kepada wilayah yang kekurangan air bersih akibat kemarau maupun karena aliran air PDAM sedang mati,’’ jelasnya.

Namun, pihaknya menegaskan bantuan air bersih diprioritaskan hanya untuk keperluan rumah tangga seperti untuk air minum, mencuci dan mandi. Sedangkan untuk keperluan lainnya misalnya mengairi sawah akan ditangguhkan dulu.

‘’Warga yang membutuhkan air bersih bisa menghubungi kami. Kami siaga 24 Jam di 024-6730212,’’ katanya. (duh)

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.