Kemacetan Lalu Lintas Beralih dari Jalan Non Tol ke Tol Trans Jawa

Keberadaan TIP tidak seimbang dengan jumlah pemudik via tol yang ingin menggunakannya.

SEMARANG – Sejak Tol Trans Jawa terhubung, kemacetan lalu lintas beralih dari jalan non tol seperti pantura ke jalan tol. Volume kendaraan yang melintas di jalan pantura saat mudik 2019 terjadi penurunan di kisaran 10 hingga 15 persen (Posko Lebaran Kota Tegal).

Kendaraan pemudik yang akan menuju Semarang memutar balik di Exit Tol Adiwerna Tegal, menyusul ditutupnya jalur A ke arah timur untuk One Way Arus Balik. Foto : metrojateng.com/ adithya

Menurut Pakar Transportasi dari Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno, salah satu biang kemacetan di tol adalah adanya Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) yang merupakan tempat yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas umum bagi pengguna jalan tol, sehingga baik bagi pengemudi, penumpang, maupun kendaraannya dapat beristirahat untuk sementara. Keberadaan TIP tidak seimbang dengan jumlah pemudik via tol yang ingin menggunakannya.

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 10/PRT/M/2018 mengatur Tempat Istirahat dan Pelayanan Jalan Tol. Ada tiga tipe TIP, yaitu TIP Tipe A, TIP Tipe B dan TIP Tipe C.

TIP tipe A paling sedikit dilengkapi fasilitas umum, seperti Ajung Tunai Mandiri (ada fasilitas isi ulang kartu tol), toilet, klinik kesehatan, bengkel, warung atau kios, minimarket, mushola, stasiun pengisian bahan bakar (SPBU), restoran, ruang terbuka hijau dan sarana tempat parkir. Luas minimal 6 hektar dengan lebar minimal 150 meter.

TIP tipe B, minimal ada fasilitas umum, seperti Ajung Tunai Mandiri (ada fasilitas isi ulang kartu tol), toilet, klinik, minimarket, mushola, restoran, ruang terbuka hijau, dan sarana tempat parkir. Luas minimal 3 hektar dan lebar minimal 100 meter.

TIP tipe C, mininal diengkapi fasilitas umum, meliputi toilet, warung atau kios, mushola, dan sarana tempat parkir yang bersifat sementara. Luas paling sedikit 2.500 meter persegi dan lebar minimal 25 meter. TIP tipe C hanya dioperasikan pada masa libur panjang, libur lebaran atau natal dan tahun baru.

TIP wajib dilengkapi dengan fasilitas untuk kemudahan bagi disabilitas. TIP tipe A yang berada pada ruas jalan tol antar kota dapat dilengkapi fasilitas inap.

Kepengusahaan TIP dilakukan dengan mengakomodasi UMK dan koperasi. Pada jalan tol yang masih dalam tahap perencanaan dan kobstruksi, BUJT mengalokasikan lahan minimal 30 persen dari total lahan komersial untuk UMK dan Koperasi. Sedangkan psda jalan tol yang telah beroperasi, BUJT cukup mengalokasikan lahan palibg sedikit 20 persen total area komersial secara bertahap untuk UMK dan Koperasi.

“Keberadaan TIP pada jalan tol di saat mudik tidak menenuhi atau menampung kebutuhan semua pemudik yang mau beristirahat atau keperluan lain. Dampak dari hampir semua pemudik ingin masuk TIP menimbulkan antrean panjang dan kemacetan di ruas tol,” paparnya, Senin (10/6/2019).

Djoko menyarankan para pengemudi untuk keluar tol ketimbang berantri masuk ke TIP yang selalu dipadati pemudik yang istirahat hingga menimbulkan kemacetan.

Pemudik diharapkan dapat berpikir cerdas dengan tidak memaksa beristirahat di TIP. Selain itu, pemudik yang rata rata bukan pengemudi profesional, diharapkan dapat mengukur kemampuan dirinya untuk beristirahat.

“Pengemudi angkutan umum diijinkan beroperasi 8 jam sehari, setidaknya maksimal 4 jam harus beristirahat dengan waktu istirahat minimal 30 menit,” tambahnya. (ade)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.