Kekeringan Meluas, 32 Desa di Jepara Kekurangan Air Bersih

Selain dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Jepara, droping air juga dilakukan dengan bekerja sama dengan pihak ketiga. Seperti perusahaan-perusahaan, organisasi masyarakat yang ingin membantu masyarakat terdampak kekeringan.

JEPARA – Bencana kekeringan di Kabupaten Jepara kian meluas. Hingga saat ini sudah ada 32 desa yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Kekeringan di Jepara semakin meluas. Warga harus menunggu dropping air bersih dari BPBD dan pihak terkait. Foto: dok PWI Jepara

Kepala BPBD Kabupaten Jepara Arwin Noor Isdiyanto mengatakan bahwa kekeringan kian meluas dari sebelumnya 28 desa menjadi 32 desa.

Empat desa baru yang mulai terdampak kekeringan, diantaranya yaitu Desa Mantingan Kecamatan Tahunan, Desa Gerdu Kecamatan Pecangaan, Desa Bandungharjo Kecamatan Kalinyamatan dan Desa Wedelan Kecamatan Bangsri. “Total ada 32 desa yang terdampak kekeringan di Kabupaten Jepara,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (1/11/2019)

Hingga saat ini pihaknya sudah menyalurkan bantuan air bersih ke lokasi kekeringan, dengan total 3.214.000 liter. Dengan jumlah sasaran 6.790 Kepala keluarga (KK), atau 24.131 jiwa.

Untuk Desa yang mendapatkan droping paling banyak yaitu, Desa Blimbingrejo Kecamatan Nalumsari dengan jumlah 345.00 liter. Kemudian Desa Pendem Kecamatan Kembang dengan total 340.00 liter air dan Desa Raguklampitan Kecamatan Batelait dengan 305.000 liter.

“Untuk sementara kebutuhan air dan operasional tiap harinya, sekitar Rp4,5 Juta rupiah,” paparnya.

Selain dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Jepara, droping air juga dilakukan dengan bekerja sama dengan pihak ketiga. Seperti perusahaan-perusahaan, organisasi masyarakat yang ingin membantu masyarakat terdampak kekeringan.

“Sejak tanggal 26 Oktober ada tambahan dari APBD perubahan sebesar Rp50 juta,” tuturnya.

Untuk Rabu, (30/10/2019), droping air BPBD Jepara dikirim ke Kecamatan Jepara (Bapangan, Jobokuto), Pakis Aji (Plajan dan Pendem), Keling (Bucu, Kunir, Klepu dan Jlegong), Donorojo (Clering dan Bilingoh), Mayong (Mayong Kidul), dan Karimunjawa (Kemojan). “Droping air akan terus dilakukan untuk mengurangi kesulitan air bersih,” terang dia.

Sementara, Kardi Abdul Basyid (43) warga Desa Kaliombo Kecamatan Pecangaan mengaku sudah mengalami kesulitan air sejak lebih dari satu bulan. “Kalau musim kemarau mengandalkan PDAM, tapi PDAM juga mati,” ungkapnya.

Untuk mendapatkan air bersih, warga terpaksa membeli di tetangga desa yang masih terdapat air. “Tiga jeriken Rp 10 ribu. Iya beli di desa yang masih ada airnya. Kemarin juga dapat bantuan dari persatuan wartawan Jepara,” tandasnya.(MJ-23)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.