Kekeringan Melanda 404 Desa di Jawa Tengah

Pemprov Jateng menyiapkan anggaran Rp 600 juta untuk menanggulangi bencana kekeringan.

SEMARANG- Bencana kekeringan melanda Jawa Tengah. Dari laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), terdapat 404 desa saat ini mengalami kekeringan.

Warga mengantre air bersih yang didistribusikan oleh BPBD Kabupaten Banyumas. Foto: metrojateng.com

Hal itu disampaikan Kepala BPBD Jawa Tengah, Sarwa Pramana yang juga menyebut Purbalingga sebagai daerah terparah kekeringan di Jawa Tengah.

Di sana terdapat 38 desa yang tersebar di 10 kecamatan yang mengalami bencana kekeringan. Kemudian, di Kabupaten Sragen kekeringan telah melanda 33 desa di tujuh kecamatan.

“Pertanian sudah mengalami kesulitan air. BMKG sudah merilis ada spot-spot yang akan mengalami kekeringan agak panjang, harapan kami embung dapat memenuhi persediaan air hingga masa panen,” ungkap Sarwa kepada metrojateng.com, Selasa (14/8/2018).

Sarwa mengklaim siap menggelontorkan dana mencapai Rp 600 juta untuk menanggulangi kekeringan dengan pengiriman air yang tersebar di 404 desa.

Selain itu, ia juga mengandalkan dana APBD kabupaten/kota tiap daerah dan meminta bantuan CSR perusahaan untuk mengatasi kekeringan yang terjadi saat ini. “Seluruh daerah Jawa Tengah berpotensi mengalami kekeringan,” urainya.

Dari 35 kabupaten/kota, menurut Sarwa, ada 23 kabupaten di antaranya yang sudah meminta bantuan kiriman air bersih. “Kalau kita hitung jumlah tangkinya sudah 3.127 unit untuk 404 desa di 135 kecamatan,” tutur Sarwa. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.