Kekeringan Bikin Hama Serang Cengkeh

image
Kepala Desa Tamanrejo Zaenal Arifin menunjukkan ratusan pohon cengkeh di Desa Tamanrejo Kecamatan Sukorejo yang mengering dan mati.

KENDAL – Ratusan pohon cengkeh di  Desa Tamanrejo Kecamatan Sukorejo terlihat mengering dan mati. Belum diketahui pasti hama yang menyerang tanaman cengkeh milik petani dan perkebunan ini, namun diduga akibat kekeringan yang berkepanjangan dan muncul hama yang menyerang tanaman ini.

Kepala Desa Tamanrejo Zaenal Arifin, mengungkapkan kematian pohon cengkeh di Tamanrejo  sudah terjadi sejak lama. Hal itu juga dialami beberapa wilayah lainnya seperti di Kecamatan Patean dan Plantungan. Warga telah melakukan berbagai cara di antaranya pemberantasan hama dengan menggunakan obat-obatan kimia dan pembuatan obat pembasmi hama secara organik, namun hama masih saja menyerang.

Menurutnya, di Desa Tamanrejo ada sebanyak 6 pedukuhan yakni, Dukuh Tamansari, Gatak, Tegalombo, Tamanan, Wonorojo dan Tambakroto dengan luas wilayah kurang lebih 661.500 hektare. Mata pencaharian warga semua adalah petani dan komoditas utama lahan pertanian selain palawija, tanaman cengkeh juga buah jambu biji merah.

“Kondisi tanaman cengkeh mati dan mengering akibat penyakit tersebut dan paling terparah yakni di Dukuh Wonorojo. Dengan luasan sekitar 1.000 hektar hampir 2000 hektar. Akibatnya, selama dua tahun ini petani cengkeh merugi karena tidak panen sama sekali,” terangnya.

Dia menambahkan, awal tahun 2015 ini pernah ada salah satu perusahaan rokok memberikan bantuan berupa obat-obatan pestisida untuk menanggulangi hama penyakit yang misterius tersebut. Namun, setelah petani melakukan berbagai upaya, tetap saja tak kunjung ada perubahan. Justru, secara pelan-pelan penyakit itu merembet ke tanaman cengkeh yang ada di areal lahan pertanian lainnya.

“Kami berharap pemerintah Kabupaten Kendal terutama dinas instansi terkait turut memperhatikan nasib petani yang ada diwilayah Sukorejo  khususnya areal tanaman cengkeh di dukuh Wonorojo yang kondisi paling parah,” harapnya.

Nuroddin (56), salah seorang petani cengkeh warga Dukuh Wonorojo menduga kematian sejumlah pohon cengkeh miliknya diakibatkan oleh lemahnya akan. Lantaran akar-akar tanaman cengkeh di lahan perkebunannya sering terkena sapuan lidi dari penyapu daun-daun cengkeh.

“Dulu kita tidak tahu kalau menyapu daun cengkeh nanti cengkehnya bisa mati, tapi setelah ada pengetahuan dari SL ternyata kalau akarnya tergores itu mati dan kalau akarnya mati maka tidak ada aliran unsur hara makanan bagi tanaman cengkeh,” ujarnya.

Terlebih saat ini tanaman cengkeh miliknya juga terkendala oleh kematian batang cengkeh yang belum diketahui penyebabnya. Sekitar 150 pohon cengkeh miliknya setinggi 2,5 meter mati, hal tersebut belum seberapa karena pohon cengkeh yang sudah bisa dipanen pun mengalami kematian secara perlahan. “Daun cengkeh tiba-tiba layu setelah itu batangnya juga ikut layu dan mengering lalu mati perlahan,” terang Nurodin. (MJ-01)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

19 − = 9

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.