Kejati Jateng Periksa Bupati Demak Terkait Perangkat Desa

Ada laporan penggunaan uang pemda yang dikeluarkan untuk seleksi pengisian perangkat desa.

SEMARANG- Jaksa Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah memeriksa Bupati Demak, M Natsir terkait dengan pengisian perangkat desa. Natsir diperiksa selama tiga jam pada Rabu (3/10/2018).

Bupati Demak HM Natsir saat melakukan sidak pasar, Rabu (23/5). Foto: metrojateng.com

Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Jateng, Kusnin mengungkapkan, pemeriksaan terhadap Natsir untuk mengklarifikasi kebenaran kasus dugaan korupsi tersebut.

“Ada pemanggilan Bupati Demak terkait pengaduan pengisian perangkat desa. Bupati Demak diklarifikasi apakah dengan adanya pengisian perangkat desa itu ada uang APBD yang dikeluarkan. Ini masih tahap awal, belum penyelidikan. Hanya sebatas klarifikasi untuk mengumpulkan informasi, statusnya juga belum sebagai saksi,” ujar Kusnin kepada wartawan usai pemeriksaan.

Ia menerangkan, ada laporan penggunaan uang pemerintah daerah yang dikeluarkan untuk seleksi pengisian perangkat desa. Untuk mengetahui apakah ada kerugian negara, pihaknya akan mengecek pada transaksi dana APBD Demak.

Hingga saat ini tidak hanya Bupati Demak saja yang dimintai klarifikasi terkait perkara tersebut. Kusnin menyebutkan selain Bupati Demak juga ada kepala desa dan pihak lain yang dipanggil.

Kejati juga masih terus mengembangkan dan mengumpulkan informasi meskipun Bupati dengan tegas mengatakan tidak ada uang daerah yang dikeluarkan.

“Saya tidak akan berhenti sampai di situ. Tetap kumpulkan data sampai semua tuntas. Kalau memang ada kerugian negara maka akan kami teruskan ke tahap selanjutnya. Nanti kami juga akan panggil beberapa orang lagi untuk mengumpulkan informasi,” kata Kusnin.

Bupati Demak, M Natsir belum berhasil dikonfirmasi terkait pemeriksaan tersebut. (far).

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.