Kejar-kejaran, Buron Pembobol ATM Ditangkap di Gerbang Tol

Para pelaku beraksi membobol ATM bank di Jawa Timur. Sempat menjadi buron sebelum akhirnya ditangkap di Jawa Tengah.

Petugas PJR Induk Jateng VII dan Reskrim Polres Boyolali menangkap buronan pembobol ATM di beberapa lokasi di Jawa Timur. (istimewa)

 

SEMARANG – Komplotan pembobol ATM Bank Jatim yang menjadi buronan Polres Trenggalek Jawa Timur berhasil ditangkap oleh Personel Patroli Jalan Raya (PJR) Induk Jateng VII Ditlantas Polda Jateng. Komplotan yang terdiri atas empat orang tersebut ditangkap saat melintas di gerbang tol Ngemplak, Boyolali, Selasa (5/2/2019) pagi.

 

Empat pelaku diketahui bernama Syahril (30) warga Lampung Barat, Agung Setyawan (22) warga Kabupaten Lampung, Rudi Hermawan (35) warga Kabupaten Malang, dan Andika Steven (28) warga Kabupaten Cimahi.

 

“Benar ada penindakan itu. Petugas PJR Induk Jateng VII berhasil menangkap tersangka sekitar pukul 04.30. Ada empat tersangka sudah diserahkan ke Polres Trenggalek,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Jateng Kombes Pol Rudi Antariksa saat dikonfirmasi.

 

Penangkapan tersebut berawal dari informasi dari Resmob Polres Trenggalek Jawa Timur bahwa ada komplotan pembobol ATM yang kabur ke arah wilayah Jawa Tengah. Komplotan yang sudah beraksi beraksi di beberapa lokasi wilayah Jawa Timur terpantau melintas jalan tol menggunakan mobil Avanza D 1750 SAM. Petugas PJR VII yang dipimpin oleh Kanit AKP Bobby A Rachman bersama Unit Reskrim Polsek Ngemplak kemudian mengadang di gerbang tol Ngemplak, Boyolali.

 

“Diadang di gerbang tol. Saat anggota mendatangi mobil itu ada penumpang yang kabur ke pemukiman warga. Petugas mengejar dan memberikan tembakan peringatan hingga akhirnya berhasil ditangkap,” ungkapnya.

 

Kasat PJR Ditlantas Polda Jateng, AKBP Muhammad Ali, menambahkan dari penindakan tersebut disita sejumlah barang bukti. Di antaranya mobil Avanza yang digunakan pada tersangka untuk kabur, dua obeng, satu kunci L, dan kawat. “Pada tersangka sudah diserahkan ke Polres Trenggalek Polda Jawa Timur,” tambahnya. (aka)

 

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.