Kedatangan Pemudik, Sampah di Sukoharjo Meningkat

20 Ton per Hari

TPA Mojorejo mendapat kiriman sampah 140 ton perhari, yang berasal dari 12 kecamatan di Sukoharjo. Sedangkan untuk penyumbang sampah terbesar saat ini masih dari Kecamatan Grogol, Kartasura, dan Sukoharjo

SUKOHARJO – Volume sampah di Kabupaten Sukoharjo pada H-7 hingga H+7 Lebaran Idul Fitri 1440 H mengalami kenaikan. Bahkan kenaikan mencapai sekitar 15 persen perhari. Hal ini dikarenakan tingkat pemudik bertambah.

Agus Tinus Setiyono saat mengecek lokasi TPA Mojorejo. (foto: metrojateng/MJ-28)

Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukoharjo, Agus Tinus Setiyono kenaikan sampah terjadi sejak H-7 lebaran. “Volume sampah saat lebaran ada kenaikan sekitar 20 ton perhari,” katanya Rabu (12/6/2019).

Kenaikan volume sampah ini terlihat dari jumlah angkutan sampah yang bergerak lebih banyak. Pasalnya jika hari biasa satu armada hanya dua kali perjalanan, namun saat lebaran meningkat hingga tiga sampai empat kali pengangukatan.

Sementara pada hari biasa, di TPA Mojorejo mendapat kiriman sampah 140 ton perhari, yang berasal dari 12 kecamatan di Sukoharjo. Sedangkan untuk penyumbang sampah terbesar saat ini masih dari Kecamatan Grogol, Kartasura, dan Sukoharjo.

Hal ini dikarenakan kepadatan penduduk dan mobilitas di tiga kecamatan tersebut cukup tinggi. Sedangkan untuk mengantisipasi terjadinya tempat sampah liar, DLH menyiapkan 128 titik pembuangan sampah. “Kami memiliki 128 titik pembuangan sampah yang meliputi TPS, Kontainer, dan titik layanan sampah yang tersebar di 12 kecamatan di Sukoharjo,” paparnya.

Untuk mengurangi volume sampah yang masuk di TPA, Agus berharap masyarakat mampu mengolah sampahnya masing-masing. (MJ-28)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.