Jalur Alternatif jadi Lokasi Kecelakaan Terbanyak di Boyolali

image
Ilustrasi

BOYOLALI – Kecelakaan lalulintas selama arus mudik dan balik Lebaran tahun ini di Boyolali terjadi 30 kasus. Satlantas Polres Boyolali menyatakan, tidak ada korban jiwa maupun luka berat. Tetapi hanya luka ringan dan kerugian materiil saja.

Jumlah kasus kecelakaan itu terjadi pada H-7 hingga H+6 Lebaran. Tak hanya terjadi di jalur utama mudik, namun kecelakaan kebanyakan terjadi di jalan alternatif.

Kapolres Boyolali AKBP Budi Sartono melalui Kasat Lantas AKP Demianus Palulungan, mengemukakan kecelakaan lalulintas didominasi pengendara sepeda motor dengan mobil penumpang. “Tak ada korban meninggal dan luka berat. Para korban rata-rata hanya mengalami luka ringan saja sebanyak 38 orang,” kata Demi kepada wartawan Kamis (23/7).

Mereka yang terlibat kecelakaan, ada pemudik dan warga Boyolali yang sedang bepergian. Namun kebanyakan warga Boyolali yang sedang bepergian.

Sementara itu arus balik di wilayah Boyolali hingga kemarin masih cukup padat. Mobil-mobil pribadi dengan nomor polisi Jakarta dan sekitarnya, masih banyak yang melintas di Kota Susu, dengan tujuan ke arah barat. Tak hanya di jalur utama, tetapi juga disejumlah jalur alternatif.

Bahkan, Satlantas kemarin masih memberlakukan sistem buka tutup jalur tengah kota atau jalan Pandanaran. Hal ini untuk mengantisipasi kemacetan di dalam kota. Akses jalan menuju arah Semarang melalui Jalan Pandanaran, ditutup sejak di pertigaan patung sapi atau SMK 1 Mojosongo.

Seluruh kendaraan dari arah Solo itu dialihkan melalui jalur lingkar selatan, mulai pukul 09.30 hingga sekitar pukul 11.30. “Buka tutup di Jalan Pandanaran diberlakukan pada jam-jam tertentu saja, saat jalur di kota padat. Karena banyak pemudik yang parkir di pinggir jalan untuk membeli oleh-oleh atau makan,” jelas Demi. (MJ-07)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

5 + 1 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.