Kebakaran di Gunung Sindoro, Polisi Pidanakan Satu Petani

Tersangka dijerat pasal 78 UU nomor 41 tahun 1999 tentang kehutanan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun

TEMANGGUNG – Jajaran Polres Temanggung menangkap Teguh (43) warga Dusun Sibajag, ydesa Canggal Kecamatan Candiroto Kabupaten Temanggung, atas dugaan kasus pembakaran padang savana di Gunung Sindoro. Teguh yang seorang petani ini diketahui membuka lahan di kawasan milik Perhutani dengan cara dibakar.

Tersangka pembakaran lahan savana di Gunung Sindoro. Foto: metrojateng.com/ch kurniawati

Penangkapan tersangka merupakan yang pertama kali selama terjadi kebakaran di Gunung Sumbing maupun Sindoro. “Baru kali ini kami menangkap tersangka dengan dugaan kasus pembakaran lahan di Gunung Sumbing dan Sindoro,” terang Wakapolres Temanggung, Kompol Sugiatmo, dalam gelar perkara di Mapolres setempat, Selasa (18/9/2018).

Polisi juga membawa serta beberapa alat bukti seperti  kayu, mata kapak, cangkul, parang, tali, dan lainnya.

Sugiatmo mengungkapkan, Teguh diduga menjadi biang kebakaran hebat di lahan milik Perhutani di lereng Gunung Sindoro, tepatnya di petak 7B RPH Kwadungan BPKH Temanggung KPH Kedu Utara masuk ydesa Canggal, awal September 2018 lalu.

“Kami dapat informasi dari masyarakat, sebelum ada kebakaran, pelaku membakar ranting-ranting di lahan milik Perhutani,” terangnya.

Teguh ditangkap setelah hasil laboratorium Forensik (Labfor) menguatkan bahwa api yang membakar lahan Perhutani, titik awalnya dari ranting yang dibakar tersangka.

Di hadapan polisi, Teguh mengaku  sengaja membakar ranting dan semak-semak di kawasan tersebut dengan maksud ingin membuka lahan perkebunan baru tanpa izin. Bahkan, kata Sugiatmo, Teguh sudah mulai menebang pohon Acasia sejak setahun lalu dan menyimpan potongan-potongan kayu di area itu.

Kepada polisi, Teguh mengaku meninggalkan lahan tersebut dalam kondisi api sudah padam. Ia juga tidak menyadari jika api yang dibuatnya mengakibatkan kebakaran hebat di lereng Gunung Sindoro. Adapun luasan lahan yang terbakar mencapai 10,4 hektare.

“Saya membakar semak-semak dan ranting supaya lahan bersih dengan cepat. Saya juga baru pertama kali ini membakar lahan. Rencananya akan saya tanami terong Belanda,” tutur Teguh.

Sugiatmo menegaskan tersangka dijerat pasal 78 UU nomor 41 tahun 1999 tentang kehutanan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar.

Seperti diberitakan, lebih dari sepekan kawasan hutan milik Perhutani di Gunung Sindoro terbakar. Kebakaran meluas hingga Gunung Sumbing yang masuk wilayah Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Magelang. (MJ-24)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.