Kebahagiaan Para Pembersih Makam, Peroleh Uang Jutaan Rupiah Dari Peziarah

Para petugas pembersih makam memperoleh penghasilan hingga 3-4 kali lipat dibandingkan hari biasa,

SUKOHARJO – Musim Lebaran menjadi berkah tersendiri bagi pembersih makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pracimaloyo, Makamhaji, Kartasura. Banyaknya peziarah yang datang ke TPU Pracimaloyo sebelum dan sesudah Hari Raya Idul Fitri menjadi berkah rejeki tersendiri.

Para pembersih makam bersyukur, moment lebaran memiliki berkah tersendiri. (metrojateng.com)

Seperti halnya Kabul (50), pembersih makam TPU Pracimaloyo ini memperoleh penghasilan hingga berkali lipat dari hari biasa. Menekuni profesinya hampir 10 tahun ini, Kabul bekerja dengan ikhlas. Banyak peziarah yang datang berbagi rizki dengan memberikan uang sedekah.

“Setelah sholat Idul Fitri, banyak peziarah yang datang, dan biasanya peziarah memberi uang seikhlasnya sebagai upah membersihkan makam. Jika lebaran seperti ini, penghasilan bisa 3-4 kali lipat dibandingkan hari biasa,” paparnya, Sabtu (8/6/2019).

Diungkapkan Kabul, satu orang peziarah yang datang, biasanya ia diberi uang Rp 50-Rp 100 ribu. Sejak lebaran hingga hari ini sudah terkumpul Rp 6 juta. Kabul sendiri juga dipekerjakan untuk membersihkan beberapa makam yang ada di TPU Pracimaloyo dengan sistem gaji bulanan.

“Hingga hari ini saya sudah mengumpulkan sekitar Rp 6 juta, termasuk gaji saya menjaga beberapa makam,” jelasnya.

Banyaknya peziarah, membuat banyak pembersih makam musiman, yang datang hanya saat musim lebaran saja. Seperti halnya Mbah Slamet (58), yang sudah menjadi pembersih makam musiman selama 15 tahun terakhir.

“Pas hari H lebaran ramai, nanti biasanya mulai sepi nanti pas hari Minggu. Setiap hari enggak pasti dapatnya berapa, tapi pas hari H kemarin, saya dapat Rp 200 ribu,” terangnya.

Tidak hanya pembersih makam saja yang kebanjiran rejeki, tukang parkir di TPU Pracimaloyo juga mendapatkan penghasilan berkali lipat. Menurut Mul salah satu juru parkir, pada hari H lebaran dia berhasil meraup omset hingga Rp 750 ribu.

“Paling banyak pas hari H, di wilayah parkir sepanjang 7 meter, saya dapat Rp 750 ribu, pada H+1 kemarin dapat Rp 400 ribu,” katanya.

Sementara itu, peziarah asal Jakarta Rudi mengatakan, setiap lebaran ia pasti mengunjungi makam tersebut. Biasanya ia memberi uang kepada pembersih makam sekitar Rp 50-Rp 100 ribu. (MJ-28)

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.