Kearifan Lokal Semarang Digenjot Jadi Daya Tarik Wisata

Wisatawan akan diarahkan tidak hanya mengunjungi wisata-wisata yang sudah terkenal, tapi juga obyek-obyek wisata baru di lokasi yang lain.

Wali Kota Hendi ikut mengaduk jenang yang sedang dibuat warga setempat saat berkunjung ke kawasan Curug Gondoriyo. Foto : metrojateng.com/duh.

 

SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang terus melakukan inovasi untuk mengembangkan wisata kearifan lokal yang ada di wilayahnya. Harapannya jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Semarang pun bisa melebihi capaian pada tahun 2018 yang mencapai 5,7 juta orang.

Di antaranya wisatawan akan diarahkan tidak hanya mengunjungi wisata-wisata yang sudah terkenal, tapi juga obyek-obyek wisata baru di lokasi yang lain.

“Akan kita arahkan, wisatawan itu tidak hanya ke Sam Poo Kong, Lawang Sewu, Kota Lama, atau Semarang Bridge Fountain, tapi juga masuk ke pariwisata yang mengutamakan kearifan lokal seperti di Gondoriyo ini,’’ kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat menghadiri Festival Budaya Gondoriyo di Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang.

Kelurahan Gondoriyo diketahui memiliki destinasi baru bernama Curug Gondoriyo dan berpotensi besar untuk dikembangkan menjadi wisata kearifan lokal yang menarik.

“Saya mendengar ada namanya curug di Gondoriyo kurang lebih pada awal tahun 2019. Kemudian diberi lampu-lampu, dibuat spot foto-foto instagramable dan Alhamdulillah jadi viral,” ungkap Hendi sapaan akrab wali kota bercerita awal mula dirinya tahu tentang lokasi tersebut.

Curug Gondoriyo mulai awal tahun ini menarik banyak minat wisatawan salah satunya karena pengelola mempercantik curug saat malam hari menggunakan lampu warna-warni. Curug setinggi 20 meter ini juga unik karena terdapat gua sepanjang 2,5 meter di dalam air terjun.

Meski demikian, menurut Hendi Curug Gondoriyo masih memerlukan pembenahan. “Tempat pariwisata itu yang pertama adalah aksesnya harus gampang. Aksesibilitas itu macam-macam, mulai dari transportasi umumnya sampai jalan masuknya,” ujarnya.

Hal tersebut diungkapkan karena saat berkunjung pertama kalinya ke curug tersebut Hendi menilai akses jalan susah dijangkau. Pihaknya pun meminta kepada dinas terkait agar akses jalan diperbaiki berupa paving blok pada akhir tahun ini.

Hendi juga berpesan agar Gondoriyo menggelar atraksi kesenian sebagai pemikat wisatawan secara kontinyu.

“Kesenian itu harus rutin diadakan, sehingga orang datang ke sini tidak hanya menikmati kecantikan curug ini tapi juga ada event atraksi, ada lesung, setap hari ada yang masak jenang, jangan setahun sekali,” pesannya.

Gondoriyo sendiri memiliki sejumlah kesenian yang dapat dikategorikan sebagai wisata kearifan lokal. Di antaranya memiliki kesenian berupa Susrukwangan & gejluk lesung, serta kuliner seperti Jenang Gondoriyo, Nasi Bleduk dan Wedan. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.