Kasus Kebakaran Hutan dan Lahan 2019 Capai 800 Kali

MOU- Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Lutfi, dan Kepala Perum Perhutani Jawa Tengah Endung Trihartaka melakukan penandatanganan keputusan bersama Pengamanan dan Pengendalian Karhutla disaksikan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. (ist)

SEMARANG,METROJATENG.COM – Polda Jateng bersama Perum Perhutani dan Pemprov Jateng berusaha mencegah dan mengurangi adanya Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) ini dengan melakukan perlindungan hutan yang terdiri dari perlindungan korosi karhutla dan juga perlindungan dari ulah manusia.

“Dalam dua tahun terakhir gangguan keamanan hutan yang disebabkan oleh ulah manusia justru mengalami penurunan yang signifikan, saat ini gangguan terbesar berasal dari daya alam, angin, bencana alam dan lain-lain,” jelas Kepala Perum Perhutani Jawa Tengah Endung Trihartaka disela-sela penandatanganan  Keputusan Bersama terkait pengamanan dan pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Jawa Tengah pada musim kemarau Tahun 2020 ini, Rabu kemarin di gedung Borobudur Polda Jateng yang dihadiri  Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Lutfi, Wakapolda Jateng Brigjen Pol Abiyoso Seno Aji, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Dijelaskan tahun 2019 di Kawasan perhutani lahan yang  terbakar kurang lebih 3000 Ha dengan kejadian kurang lebih 800 kali kejadian kebaran.Diharapkan  tahun ini terjadi penurunan yang signifikan.

“Dalam dua tahun terakhir gangguan keamanan hutan yang disebabkan oleh ulah manusia justru mengalami penurunan yang signifikan, saat ini gangguan terbesar berasal dari daya alam, angin, bencana alam dan lain-lain,” kata Kepala Perum Perhutani Jawa Tengah

Sementara itu, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Lutfi menegaskan, berdasarkan Instruksi dari Presiden terkait dengan karhutla, aparat harus bertindak tegas, Polri tidak ada toleransi terhadap adanya karhutla. Polri tidak bisa berdiri sendiri untuk menangani masalah tersebut, sehingga nantinya akan dibentuk unit kecil lengkap untuk penanganan karhutla,

 

“Maka dari itu Rakor ini juga sekaligus diadakan untuk penandatanganan MoU antara Polda Jateng dan Perum Perhutani terkait dengan karhutla, meskipun memiliki tugas yang berbeda tetapi melalui MoU ini dapat membuat SOP dan juga cara bertindak yang sama agar dapat mencegah dan mengurangi adanya karhutla,” jelas Kapolda Jateng

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan penyebab terjadinya kebakaran yang harus diantisipasi. Menurutnya kalau dari alam sangat kecil tetapi ulah manusia sendiri yang harus diantisipasi dan dikontrol.

“Adanya rapat koordinasi ini diharapkan Polri bersama Perum Perhutani kedepannya dapat mencegah dan mengurangi adanya kebakaran hutan dan lahan sehingga dapat terciptanya lingkungan yang sehat, ekosistem yang terjaga serta  menjaga kelestarian hutan bersama antara masyarakat Polri, Perum Perhutani dan juga Pemerintah.” pungkas Ganjar. (tya)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.