Kasihan, Bayi 11 Bulan di Jepara Alami Gizi Buruk

Bagas lahir normal dengan berat badan 3,2 kilogram. Namun, sejak usia 4 bulan ada gejala berat badannya terus menurun

JEPARA – Muhammad Bagas Setiawan, tampak kurus dan menangis di pangkuan ayahnya. Bayi berusia 11 bulan itu mengalami gizi buruk sejak 7 bulan lalu.

Bayi 11 bulan yang menderita gizi buruk, bobotnya hanya 4,7 kilogram dan harus mendapat asupan susu melalui selang. Foto: metrojateng.com

Kondisinya sangat memprihatinkan. Untuk sekadar minum saja harus memakai selang di hidungnya. Sehingga pertumbuhannya tidak seperti anak normal seusianya.

Putra pertama pasangan Bambang dan Nurul Istiqomah, warga Desa Teluk Wetan RT 10 RW 1, Kecamatan Welahan, Jepara hanya memiliki bobot badan 4,7 kilogram.

“Bagas lahir normal dengan berat badan 3,2 kilogram. Namun, sejak usia 4 bulan ada gejala berat badannya terus menurun dan susah makan,” ujar Bambang, Minggu (30/12/2018)

Melihat itu, Bambang membawanya ke dukun pijat khusus anak dengan harapan anaknya kembali tumbuh normal.

“Karena saya tidak tahu kalau itu gizi buruk, saya bawa ke dukun pijat khusus anak. Lama tidak sembuh, akhirnya saya bawa ke dokter dan baru tahu kalau gizi buruk,” paparnya.

Tiap hari, Bagas kerap menangis dan gelisah. Disamping itu, buang air besar tidak normal atau mencret.

“Sering kalau nangis, mencret dan kalau tidur gelisah. Tapi badannya tidak panas,” tutur Bambang.

Sementara Nurul Istiqomah menambahkan, saat ini anaknya sudah mendapat perhatian dari sejumlah pihak yakni pemerintah desa dan Forkompinda kecamatan.

“Sudah bisa rutin periksa ke RSUD Kartini gratis tapi untuk susu kami yang bayar, tetap beli,” katanya.

Untuk memberikan asupan susu, Bagas harus dibantu memakai selang lewat hidung. “Katanya itu lebih cepat diserap daripada lewat mulut. Kami berharap segera sembuh, wong sejak bayi minumnya ASI meskipun ditambah susu lain,” tandasnya.(MJ-23)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.