Karaoke Dilarang, Puluhan PK Kudus Geruduk Dewan

Puluhan pemandu karaoke (PK) menggeruduk gedung DPRD Kudus terkait pelarangan sejumlah tempat karaoke. Foto: metrojateng.com/Robby Shani
Puluhan pemandu karaoke (PK) menggeruduk gedung DPRD Kudus terkait pelarangan sejumlah tempat karaoke. Foto: metrojateng.com/Robby Shani

KUDUS – Puluhan perempuan pemandu karaoke (PK), Jumat (22/5) menggelar aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Kudus. Aksi ini buntut pelarangan usaha karaoke di Kota Kretek.

Dalam aksinya, para PK yang masih berusia muda itu membekali diri dengan berbagai poster dan spanduk. Beberapa diantaranya bertuliskan “PK bukan Pelacur Karaoke”, “PK Butuh Eat” dan lain sebagainya.

Salah seorang PK, Silvia (23), mengatakan selama ini image negatif memang kerap disandingkan dengan usaha karaoke dan pihak-pihak yang terlibat di dalamnya. Namun hal itu mestinya tidak menjadi dasar pelarangan karaoke di Kudus. Sebab di banyak daerah, karaoke tidak selamanya negatif.

“Tidak selalu tempat karaoke itu buruk, karaoke juga bisa digunakan ajang untuk hiburan atau merekatkan hubungan antar anggota keluarga,” ujar Silvia.

“Kalau karaoke ditata tak masalah. Kami juga butuh makan,” tandas Silvia.

Sementara itu, selama public hearing berlangsung, satu persatu perwakilan elemen masyarakat mulai dari ormas hingga mahasiswa menyampaikan pendapatnya. Mayoritas mendukung dan bahkan mendesak agar ranperda pelarangan karaoke itu segera disahkan lewat rapat paripurna DPRD Kudus. (MJ-17)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

59 − 50 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.