Kapolres Magelang Pastikan Kabar Penculikan Anak Cuma Hoax

Kapolres Magelang AKBP Hari Purnomo, menyematkan tanda pangkat dalam acara sertijab Kasatreskrim dan kasat Intelkam di mapolres, Sabtu (26/3) lalu.(mj-24)
?

MAGELANG- Kapolres Magelang AKBP Hari Purnomo minta kepada pihak keamanan dan juga pimpinan daerah, orang tua maupun sekolah untuk kompak, menghadapi isu penculikan yang akhir-akhir ini banyak beredar di Kota Magelang, melalui media sosial Whatsapp. Ia memastikan berita tersebut ‘hoax’ karena tidak pernah ada laporan penculikan yang masuk di kepolisian.

    “Saya pastikan kabar itu hoax karena tidak pernah ada laporan penculikan ke polisi,” kata Kapolres usai memimpin upacara sertijab kasatreskrim dan kasat Intelkam, Sabtu (25/3) lalu.

    Kapolres minta semua pihak untuk bahu-membahu saling melindungi dari aksi penculikan. Apabila mendengar atau melihat orang-orang yang mencurigakan, hendaknya segera lapor ke kepolisian.

    Terhadap informasi hoax tersebut, ia berharap masyarakat untuk cerdas menyikapinya.Bila ada info semacam itu, hendaknya segera menanyakan kepada kepolisian, atau di delete bukan justru menyebar-nyebarkan.  Karena dengan menyebarkan berita yang belum ada kebenarannya, justru membuat masyarakat resah, takut dan panik.

    Meski demikian, ia tetap minta kepada pihak orang tua dan pihak sekolah untuk lebih memperhatikan dan peduli kepada anak-anak terutama dalam memberikan perlindungan keamanan. “Pihak sekolah harus punya sikap peduli dan jangan hanya sekedar mengajar saja. Apalagi Kota Magelang merupakan kota yang menyandang sebagai kota layak anak,” tandasnya.

    Seperti diketahui, di Kota magelang Jateng, akhir-akhir ini tersebar berita tentang penculikan, yang dialami seorang SD MUhammadiyah Alternatif  I atau SD Mutual. Dalam kabar itu ada  curhatan orang tua siswa, dimana anaknya nyaris menjadi korban penculikan di jalan Tidar atau depan SMIP Wiyasa.

    Terhadap hal ini, Kapolres menghimbau agar orang tua ikut memberikan pemahaman kepada anak-anaknya, untuk waspada terhadap orang-orang yang tidak dikenalnya. Jangan sampai anak-anak terbujuk oleh orang yang tidak dikenal yang memberikan iming-iming permen atau meminjamkan permainan dalam smartphone.

    “Bahkan kalau dirasa perlu, orang tua memberikan password atau kata sandi kepada anak-anak apabila mereka di temui oleh orang tak dikenal.Jadi kata sandi digunakan agar anak tahu orang yang menghampiri berniat jahat atau tidak,” ujar kapolres.

    Kapolres mengaku giat melakukan kluyuran kamtibmas, gunanya untuk banyak menyampaikan informasi-informasi seputar keamanan yang perlu diketahui masyarakat. Selain itu mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap keamanan lingkungannya.

    Sementara itu,  jabatan Kasat Intelkam Polres Magelang Kota yang semula dijabat  AKP Sugihardi diganti AKP Bayu Marwanto, yang sebelumnya sebagai Panit 1 Subdit 1 Ditintelkam Polda Jateng. Sedangkan, AKP Sugihardi selanjutnya akan menduduki jabatan baru sebagai Kasubag Sarpras Sumda Polres Magelang.

    Sedang jabatan Kasat Reskrim yang semula dijabat AKP I Wayan Suhendar diserah terima kepada AKP Rinto Sutopo. I Wayan Suhendar, selanjutnya akan melanjutkan sekolah PTIK.(MJ-24)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

16 + = 23

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.