Kapolda Perintahkan Buru Pelaku Pengeroyokan Kasatreskrim Wonogiri

Untuk penanganan kasus tersebut, semua pimpinan kepolisian se-Solo Raya beserta anggota perguruan silat dikumpulkan di Polresta Surakarta.

SUKOHARJO – Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel memerintahkan untuk mengusut kasus pengeroyokan terhadap Kasatreskrim Polres Wonogiri AKP Aditya M Ramadhani. Seluruh personel polisi se-Solo Raya dikerahkan untuk memburu pelaku.

Kapolda Jateng Irjen Rycko Amelza usai membesuk Kasatreskrim Polres Wonogiri di RS Dr Oen Solo Baru. Foto: metrojateng.com

AKP Aditya M Ramadhani menjadi korban pengeroyokan saat mengamankan keributan dua kelompok perguruan silat di daerah Sudimoro, Kecamatan Sidoharjo, Wonogiri, Rabu (8/5) malam. Perwira polisi itu mengalami luka serius dan harus dirawat di Rumah Sakit Dr Oen Solo Baru Sukoharjo.

Diungkapkan Kapolda, saat ini kondisi AKP Aditya belum sadarkan diri, sehingga harus dirawat secara intensif di Ruang ICU. Pasalnya luka yang diderita cukup parah, yakni di bagian kepala, tangan, dan badan.

“Kondisi terakhir seperti pada saat masuk belum sadar, dan dokter masih berusaha untuk melakukan penanganan yang terbaik, mudah-mudahan segera membaik,” kata Rycko Amelza saat berada di RS Dr Oen Solo Baru, Kamis (9/5/2019).

Informasi yang berhasil dihimpun, pada Rabu malam terjadi keributan yang melibatkan dua kelompok perguruan pencak silat di Sudimoro Wonogiri. Jajaran kepolisian setempat dikerahkan untuk mengamankan situasi.

Namun pada saat itu, Kasatreskrim Polres Wonogiri tidak bersama anggotanya dan melakukan pengamanan sendiri, sehingga menjadi sasaran amuk massa.

Mengantisipasi kejadian serupa, Kapolda Jateng mengimbau kepada anggota ormas dan perguruan silat agar bisa menahan diri. “Serahkan kepada kepolisian, tidak perlu melakukan tindakan sendirian, akhirnya kan merugikan semuanya,” tegasnya.

Untuk penanganan kasus tersebut, semua pimpinan kepolisian se-Solo Raya beserta anggota perguruan silat dikumpulkan di Polresta Surakarta. “Saya imbau kepada dua perguruan silat agar tidak termakan pemberitaan yang memprovikasi. Pelaku tetap dicari dan harus diproses secara hukum,” tandas Rycko. (MJ-28)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.