Kapolda Pastikan Rutan Solo Sudah Kondusif

Saat ini penyebab keributan tengah diselidiki oleh jajaran Polresta Surakarta.

SEMARANG – Situasi Rutan Kelas I Surakarta dinyatakan kondusif pasca keributan yang terjadi pada Kamis (10/1) kemarin. Hal tersebut diungkapkan oleh Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono di Mapolda Jateng, Jumat (11/1/2019).

Rutan Klas I Surakarta sudah dinyatakan kondusif pasca keributan yang terjadi pada Kamis (10/1). Foto: metrojateng.com

“Keributan kemarin itu antara napi kasus 170 dan 363 ya. Mereka kami pindahkan di beberapa lapas dan juga ada yang di Mapolda. Dari 11 napi yang dipindah, saat ini ada enam narapidana yang dititipkan di tahanan Mapolda Jateng,” ujar Condro.

Sedangkan lima lainnya, lanjut Condro, masing-masing 2 di Lapas Sragen dan 3 di Lapas Wonogiri. Dari jumlah napi yang dipindahkan, belum semua menerima putusan pengadilan.

Menurut Condro, hingga saat ini tidak ada penetapan tersangka pasca keributan. Pasalnya, ricuh yang terjadi diduga merupakan buntut dari terprovokasinya dua kelompok tahanan.

“Saat ini penyebab keributan tengah diselidiki oleh jajaran Polresta Surakarta. Sebab kerusakan yang ditimbulkan hanya pot-pot tanaman saja,” imbuh Condro.

Untuk mengantisipasi agar tak terjadi keributan serupa, pihaknya juga telah menyiagakan sejumlah personel. Di antaranya satu pleton Shabara serta pasukan Brimob yang sudah berada di sana.

Selain itu, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Kakanwil Kemenkumham Jateng terkait pengamanan di masing-masing lapas. Tak hanya itu, di masing-masing Polres di Jawa Tengah juga akan ditingkatkan pengamanannya termasuk terhadap pengunjung.

“Terkait pemindahan belasan napi, begitu sidang dan putusan dimana (penahanannya) nanti menunggu pengadilan, jadi ini kan masih dalam proses penanganan di kejaksaan,” pungkas Condro.

Jadwal Besuk Ditiadakan

Hingga saat ini, Rutan Klas Satu Solo terus melakukan upaya pengkondisian. Upaya tersebut baik pemeriksaan lebih lanjut, maupun perbaikan sarana prasarana.

Meski begitu, pihak rutan mengambil langkah antisipasi, dengan meliburkan sementara. Pengunjung hanya diperbolehkan mengantar makanan dan hanya sampai di ruang pemeriksaan.

Salah seorang pembesuk, Tri Sediyati (34) mengatakan tidak mengetahui adanya informasi libur dari pihak Rutan. Ia berniat mengantarkan makanan untuk salah seorang tahanan.

“Tadi tidak bisa masuk, yang bisa masuk cuma makanannya aja. Kalau buka lagi katanya besok Senin gitu,” ujarnya saat ditemui di depan Rutan, Jumat (11/1/2019). (fen/MJ-25)

 

Ucapan Lebaran 1440
Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.