Kapal Kontainer Tabrak Crane di Tanjung Emas, Kerugian Diperkirakan Rp 60 Miliar

Insiden tabrakan tersebut mengakibatkan keterlambatan pengiriman 5 hingga 10 persen. Sedangkan toleransi keterlambatan di angka 15 persen.

SEMARANG – Tabrakan yang melibatkan kapal international MV. Soul of Luck dan Container Crane pada Minggu (14/7/2019) sore mengakibatkan kerugian sebesar kurang lebih Rp 60 miliar. Kerugian tersebut dihitung dari kerusakan materiil serta keterlambatan pengiriman pasca kejadian tersebut terjadi.

Keterangan pers insiden tabrakan kapal dan container crane di TPKS Tanjung Emas Semarang, Senin (15/7/2019). Foto: metrojateng.com/ade lukmono

Direktur Utama Pelindo III, Doso Agung mengatakan, pihaknya telah menginventarisasi kerugian materiil, berupa 1 unit container crane, 3 head truck, 1 bolder pengikat, vender dermaga dan goresan-goresan yang terjadi di dermaga.

“Langkah selanjutnya yang kami lakukan adalah evakuasi container crane yang membutuhkan waktu sekitar lima hari. Butuh waktu untuk memotong kemudian memindahkannya,” ungkapnya, Senin (15/7/2019).

Meskipun demikian, Doso menjamin tidak akan ada keterlambatan untuk pengiriman selanjutnya. Meskipun operasional sempat terhenti kurang lebih tiga jam, sekira pukul 20.30 kegiatan ekspor melalui Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) sudah bisa dilakukan.

Diakui, insiden tabrakan tersebut mengakibatkan keterlambatan pengiriman 5 hingga 10 persen. Sedangkan toleransi keterlambatan di angka 15 persen.

“Jika keterlambatan mencapai angka 15 persen, kami akan mendatangkan Container Crane agar kegiatan ekspor tetap berjalan lancar,” katanya.

Saat ini, di lokasi tersebut masih tersedia enam container crane yang melayani bongkar muat kapal kontainer untuk kegiatan ekspor. Dengan demikian, Pelindo meminta kepada para pengguna jasa untuk tidak khawatir dengan pelayanan TPKS meskipun terjadi insiden ini.

Doso menegaskan, tidak ada unsur kelalaian dalam kecelakaan yang terjadi. Pihak Pelindo sudah mengasuransikan kapal-kapal maupun kontainer dan lain-lain yang terlibat.

Terkait korban dalam kejadian ini, Doso mengatakan ada satu petugas yang bertugas sebagai sopir head truck mengalami luka ringan dan sudah siap bekerja hari ini. Doso mengapresiasi semua petugasnya yang patuh pada SOP dengan mengenakan alat keselamatan kerja yang lengkap. (ade)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.