Kanker Tak Melulu karena Mutasi Genetik, Ini Mitos dan Faktanya

Setiap orang bisa kena kanker baik yang ada genetik sakit ataupun tidak.

SEMARANG – Selama ini kanker kerap dianggap sebagai penyakit menakutkan sekaligus mematikan oleh masyarakat. Padahal beberapa fakta ilmiah tentang kanker tidak sesuai dengan apa yang selama ini dipercaya masyarakat alias mitos.

Dr Richard Quek (kanan) dan Dr Poh Beow Kiong menjelaskan terkait fakta dan mitos kanker pada media gathering Parkway Hospitals Singapore di Hotel Grandhika Semarang, Kamis (24/10/2019). Foto: metrojateng.com/anggun puspita

Dua dokter dari Singapura, Dr Richard Quek dan Dr Poh Beow Kiong hadir pada media gathering Parkway Hospitals Singapore di Hotel Grandhika Semarang untuk menjelaskan terkait fakta dan mitos kanker, Kamis (24/10/2019).

Konsultan Senior Ahli Onkologis Medis Parkway Cancer Center, Dr Richard Quek mengatakan, selama ini kanker selalu dikaitkan dengan penyakit genetik.

“Artinya, jika orang tua kita punya riwayat kanker, pasti kita juga bisa kena penyakit ini. Padahal, faktanya setiap orang bisa kena kanker baik yang ada genetik sakit ataupun tidak,” ungkapnya.

Hal itu bisa terjadi, karena semakin tua kemungkinan terkena kanker jadi lebih mudah. Namun, sedari muda juga harus lebih waspada.

Konsultan Senior Urologi Gleneagles Hospital Singapore, Dr Poh Beow Kiong menganalogikan, kanker itu seperti tanaman. Genetik sebagai bibitnya, dan tanah, air, matahari pemicunya.

“Kalau bibit tidak dipicu, maka tidak akan mungkin tumbuh. Namun, jika bibit atau genetik kanker dipicu dengan dengan gaya hidup tidak sehat seperti pola makan, merokok, dan kebiasaan lainnya yang memperburuk kesehatan maka bisa saja terjadi kanker. Maka, hidup sehat tetap diprioritaskan,” jelasnya.

Adapun, memahami penyakit kanker tidak sekadar mengerti bagaimana datangnya penyakit tersebut. Jika sudah terjadi, hal terpenting adalah seperti apa menangani dan merawatnya.

Manager Central Patient Assistance Centre Parkway Hospital Semarang, dokter Meidy Tanzil mengatakan, Parkway Hospital Singapore melalui Parkway Cancer Center (PCC) akan menjawab segala kebutuhan pasien tentang kanker.

“Institusi kesehatan kami memiliki rangkaian perawatan kanker komprehensif yang diberikan oleh tim multidisiplin berpengalaman mulai dokter, perawat, konselor dan tenaga paramedis profesional.

“Selama pilihan dan efektivitas obat-obatan terus berkembang, harapan melawan kanker pun meningkat. Adapun, tindakan kemoterapi dilakukan dengan hati-hati oleh perawat yang memenuhi syarat dan di bawah pengawasan ketat dari konsultan senior onkologi medis kami,” jelasnya yang juga Manager Hub Office PCC Semarang yang berada di Jl Erlangga Tengah No 18 C.

Sementara pengobatan anti kanker yang bisa diberikan kepada pasien setelah melalui konsultasi ke PCC antara lain, kemoterapi sitotoksik, terapi target, pengobatan yang disesuaikan dengan masing-masing orang, dan imunoterapi. (ang)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.