Kampanye Pilgub, PDIP Waspadai “Gerak Senyap” Sudirman Said

pilgub jateng
(Ilustrasi: metrosemarang.com/Efendi)

SEMARANG – Elite politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan semakin was-was dengan jurus jitu Sudirman Said dalam bergerak di putaran Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng. Menurut Ketua DPD PDIP Jateng, Bambang Wuryanto, apa yang dilakukan Sudirman Said selama ini diluar nalar sebagai orang cerdas yang ikut maju Pilgub.

“Makanya saya agak ragu-ragu, bingung ada perasaan was-was serta waspada karena saya enggak tahu seluruh imu Pilkada. Kalau SS (Sudirman Said) tidak lakukan gebrakan kan susah. Saya khawatir SS ini punya ilmu lain yang tidak saya paham. Untuk itulah, kami sebagai tim pemenangan Ganjar-Yasin tidak boleh congkak, jangan sombong. Tapi harus tingkatkan kewaspadaan,” cetus Bambang, saat ungkap data elektabilitas jagoannya di markasnya Jalan Brigjen Katamso Semarang, Minggu (25/3).

Bila melihat kalkulasi survei yang dilakukan internal kader banteng moncong putih belakangan ini, kata Bambang secara kasat mata Sudirman Said mustahil mampu mengungguli Ganjar Pranowo sebagai calon petahana.

Musababnya, survei internal PDIP menempatkan elektabilitas Ganjar-Yasin berkisar antara angka 62 persen-79 persen. Sedangkan elektabilitas Sudirman Said yang berpasangan dengan Ida Fauziyah hanya 10,1 persen.

“Untuk popularitasnya pasangan yang nomor urut 2 itu hanya 32 persen. Sehingga, jika dilihat dari semua titik, kalau SS cara kerjanya begini-begini aja saya enggak yakin bisa melampaui Ganjar. Apalagi situasi kampanye Pak Ganjar selama 12 Maret 15 Maret cukup bagus,” tuturnya.

Terlebih lagi, dengan rentang waktu tiga bulan, ia menilai Sudirman Said susah mengejar ketertinggalan dari Ganjar.

“Kita tunggu gerakan lawan. Karena ini bukan gerakan orang yang punya kapasitas tempur. Jadi Oktober sampai Maret SS hanya bisa menaikan popularitasnya 20 persen. Karena orang yang tidak dikenal tidak akan dipilih,” tandasnya.

Walau begitu, ia menganggap yang patut diwaspadai dari strategi Sudirman Said ialah backgroundnya sebagai seorang pekerja swasta dengan jejak pengalaman yang mumpuni. Ia menduga Sudirman Said punya bekingan kuat karena sejak lulus STAN, pria asli Brebes itu punya karir yang mentereng sampai bisa menduduki kursi Dirut Pindad.

“Itu kan loncatannya jauh sekali. Kalau tidak punya network yang kuat tidak akan bisa. Siapa yang back-up dia itu yang harus diselidiki. Mengingat dia berkawan dengan Anies-Sandy (Gubernur DKI Jakarta) mungkin dia belajar dari sana. Kami berusaha waspada sekali,” ungkapnya. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

+ 70 = 80

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.