Kampanye di Masjid, Caleg Gerindra Jalani Sidang Perdana

Rahma didakwa melanggar Pasal 280 ayat (1) huruf h dan j dalam Pasal 521 Undang-undang Pemilu No 7 Tahun 2017.

SUKOHARJO – Nur Rahma Kurniasari mulai menjalani persidangan sebagai terdakwa kasus pelanggaran pemilu di Pengadilan Negeri Sukoharjo, Kamis (2/5/2019). Caleg Partai Gerindra itu mengaku siap mengikuti proses persidangan.

Nur Rahma mulai menjalani sidang sebagai terdakwa kasus pelanggaran pemilu, Kamis (2/5/2019). Foto: metrojateng.com

Rahma didakwa melanggar Pasal 280 ayat (1) huruf h dan j dalam Pasal 521 Undang-undang Pemilu No 7 Tahun 2017. “Saya hadir untuk menunjukkan saya sebagai warga negara yang baik, dan saya kooperatif dalam proses ini,” kata Rahma usai persidangan.

Dalam sidang kali ini Rahma didampingi lima penasihat hukum dari kantor Hukum Fortuna Sukoharjo. “Pasal yang dikenakan Pasal 280 ayat (1) huruf h dan j tentang larangan kampanye di tempat ibadah dan money politik,” kata Ratno Agustyo Utomo, salah satu penasihat hukum terdakwa.

Ratno menambahkan, dari dakwaan tersebut pihaknya sepakat tidak melakukan esepsi. “Nanti dalam proses pemeriksaan perkara antara saksi dan bukti-bukti yang ada akan kita lihat apa yang melatarbelakangi pokok dakwaan ini,” tandasnya.

Nur Rahma sendiri merupakan Caleg DPR RI dari Partai Gerindra yang melakukan kegiatan kampanye di Masjid Baitus Syukur di Desa Gonilan, Kecamatan Kartasura beberapa waktu lalu.

Sementara Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sukoharjo akan menyiapkan delapan saksi pada sidang lanjutan yang akan digelar pada Jumat (3/5).

“Untuk sidang berikutnya, kita siapkan delapan saksi, baik saksi yang berada di dalam masjid dan di luar masjid,” kata Komisioner Bawaslu Sukoharjo Divisi Penindakan Pelanggaran, Rochmad Basuki usai menghadiri persidangan. (MJ-28)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.