Kalap Gara-gara Foto Reuni, Istri Dibacok Bertubi-tubi

Pelaku juga masih sempat menendang istrinya yang sudah bersimbah darah.

KENDAL – Cemburu melihat istrinya berfoto dengan teman laki-lakinya saat reuni sekolah, buruh tani di Kendal tega menganiaya dan membacoknya menggunakan celurit. Korban mengalami luka bacok di tangan, paha, dada dan leher serta punggung.

Korban KDRT masih menjalani perawatan di RSUD Dr Soewondo Kendal. Foto: metrojateng.com/edi prayitno

Kondisi Yatimah, warga Kelurahan Bandengan RT 2 RW 2 Kecamatan Kota Kendal ini sudah mulai membaik. Korban kekerasan dalam rumah tangga tersebut masih menjalani perawatan di RS dr Soewondo.

Kekerasan yang dialami Yatimah diduga dipicu rasa cemburu suaminya, ES saat melihat foto-foto reuni. ES yang seorang buruh tani itu tersulut emosi dan main tangan ke istrinya.

Dia terus menuduh istrinya selingkuh dengan teman sekolahnya. Bahkan ES juga sempat mendatangi teman istrinya.

“Saya sudah berulang kali meyakinkan suami saya bahwa tidak ada hubungan apa-apa, hanya teman saja. Tapi suami saya salah paham dan mendatangi rumah teman saya. Bahkan sempat mengancam akan membunuhnya jika tidak menjelaskan kepada suami saya,” jelas Yatimah saat ditemui di RSUD Kendal, Kamis (18/10/2018).

Yatimah berkisah, keributan besar terjadi pada Minggu (14/10) malam. Yatimah sempat dipukul dan suaminya semakin kalap dengan mengambil celurit dari dalam kamar. ES kemudian membacok istrinya berkali-kali. Bahkan dia juga masih sempat menendang istrinya yang sudah bersimbah darah.

“Saat pulang dari rumah teman, saya sempat jatuh dari motor. Lalu saat di dalam rumah suami saya tetap marah dan mengambil celurit. Tanpa bicara saya dibacok berkali-kali,” imbuh Yatimah.

Beruntung kakak korban, Sonhaji melihat kejadian ini dan mencoba menenangkan pelaku. Korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.

Korban saat ini masih mendapat perawatan di rumah sakit, sementara pelaku diamankan di Mapolsek Kota Kendal untuk menjalani pemeriksaan. (MJ-01)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.