KAI Makin Tangguh dan Tetap Tumbuh di Tengah Pandemi

Inovasi dan Adaptasi Baru Jadikan Kereta Api Transportasi Ramah Lingkungan, Nyaman dan Aman

Prokes Ketat – Penerapan protokol kesehatan (Proke) ketat dilakukan petugas kepada setiap penumpang kereta api, dalam rangka mendukung program pemerintah untuk menekan penyebaran Covid-19.(ist/tya)

SEMARANG, METROJATENG.COM – Pandemi Covid-19 telah membuat perubahan diberbagai tatanan kehidupan masyarakat  termasuk sektor  transportasi, khususnya transportasi massal yang menjadi kebutuhan masyarakat yakni kereta api. Melihat kondisi ini, PT Kereta Api Indonesia (Persero) berkomitmen untuk tetap tangguh dan tumbuh  melayani masyarakat pada masa pandemi Covid-19 saat ini.

“Sebagai transportasi massal yang ramah lingkungan, sejumlah adaptasi, inovasi, dan kontribusi terus dilakukan PT KAI demi memberikan rasa aman dan nyaman, baik bagi pelanggan maupun masyarakat di masa pandemi Covid-19,” kata Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo.

Sebagai angkutan massal yang bebas macet , PT KAI dalam rangka mendukung pemerintah mempercepat program vaksinasi Covid-19, KAI bersama anak usahanya yakni KAI Commuter bekerjasama dengan Kementrian Kesehatan RI , menyediakan layanan vaksinasi Covid-19 gratis bagi pelanggan dan masyarakat di berbagai stasiun. Adapun tujuan  vaksinasi gratis di stasiun ini untuk mempercepat  pembentukan kekebalan tubuh secara komunal atau herd immunity segera terwujud.

Layanan vaksinasi Covid-19 gratis tersebut telah KAI Group sediakan di 24 stasiun kereta api. Jumlah stasiun yang melayani vaksinasi gratis ini akan terus ditambah agar semakin banyak masyarakat yang mengikuti kegiatan vaksinasi Covid-19 gratis di stasiun. 

“Program vaksinasi gratis di stasiun ini mendapat respon positif dari masyarakat khususnya pelanggan Kereta Api.  Masyarakat yang ingin bepergian , atau bekerja tidak usah khawatir menunggu lama, karena petugas di stasiun akan memberikan pelayanan kepada masyarakat, bahkan hingga Agustus lalu sudah  36.226 orang yang telah mengikuti vaksinasi gratis di Stasiun, Jelas Dirut PT KAI Didiek Hartantyo.

Berbagai fasilitas juga disediakan KAI  untuk pelanggan sebagai bentuk adaptasi kebiasaan baru, seperti menyediakan wastafel portabel dan handsanitizer, serta memberikan healthy kit untuk penumpang jarak jauh. Selain itu, untuk mengurangi mobilitas dan kontak fisik, KAI menambah sejumlah fitur pada aplikasi KAI Access sehingga pelanggan dapat mengatur perjalanannya secara daring tanpa perlu ke stasiun. 

 “Adaptasi, inovasi, dan kolaborasi menjadi kunci penting untuk KAI agar tetap bertumbuh di dalam situasi krisis ini,” kata Didiek.

Di luar bisnis angkutan penumpang, KAI meyakini bisnis angkutan barang adalah salah satu kunci menjaga performa bisnis selama pandemi Covid-19. KAI terus bekerja keras dalam meningkatkan performa Angkutan Barang.

Cuci Tangan – Fasilitas cuci tangan di sediakan PT KAI di setiap stasiun. (ist/tya)

“Berkat penerapan protokol kesehatan yang ketat dan berbagai inovasi baru  yang dilakukan dalam rangka beradaptasi dengan Covid-19, menjadikan KAI tetap tangguh  menghadapi situasi yang sulit. Bagi KAI pandemi justru menjadi tantangan untuk berinovasi guna memberikan layanan dan kenyamanan bagi masyarakat. “Hasilnya KAI mampu mengalami pertumbuhan ditengah kesulitan besar, dan masyarakat tetap memilih Kereta Api sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, cepat, murah dan tidak macet,” terang pengamat transportasi Djoko Setijowarno.

Dijelaskan Djoko, langkah-langkah strategis terus dilakukan PT KAI  untuk terus tumbuh di tengah pandemi, seperti menyediakan tempat cuci tangan diberbagai lokasi di setiap stasiun, pengecekan suhu tubuh terhadap setiap penumpang, fasilitas tes antigen, dan vaksinasi gratis bukti PT KAI komitmen untuk memberikan layanan yang baik dan berkualitas. Langkah-langkah strategis yang dilakukan KAI dalam upaya menekan penyebaran Covid-19 mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat, mulai dari pemesanan tiket, cek suhu, tes antigen, vaksinasi gratis diterima dengan baik. 

“Tidak heran Kereta Api tetap menjadi pilihan angkutan massal yang baik dan sangat memberikan kenyamanan bagi masyarakat maupun pelanggan KAI,” jelas Djoko. dalam diskusi bertajuk “Merdeka Bertransportasi”. 

Sejak dulu jumlah penumpang kereta api sangat banyak. Namun akibat pandemi jumlah penumpang mengalami penurunan, karena adanya himbauan dari pemerintah kepada masyarakat untuk tidak bepergian,  guna mencegah penyebaran Covid-19. Diakui Djoko masa pandemi membuat semuanya berubah. Angkutan umum kini cenderung ditinggalkan karena dianggap lebih cepat dalam menyebarkan Covid,  dan beralih menggunakan kendaraan  pribadi.

Berkat inovasi yang dilakukan oleh PT KAI dalam beradaptasi dengan Covid -19, justru mampu memberikan hasil yang baik. Bahkan dengan kondisi yang serba sulit,  saat ini KAI mampu bertumbuh. Bahkan  PT KAI kini tidak hanya mengandalkan pendapatan dari penumpang saja, tetapi juga angkutan barang yang mampu meningkatkan pendapatan KAI.

”Hasilnya banyak orang yang tadinya tidak menggunakan kereta api, kini beralih memilih kereta api sebagai sarana transportasi yang nyaman, aman cepat dan murah dan tetap memperhatikan   prokes yang ketat,” tambah Djoko.

Inovasi yang dilakukan oleh PT KAI untuk beradaptasi dengan kondisi Pandemi sudah sangat baik, dan mampu menumbuhkan kepercayaan masyarakat untuk menggunakan kereta api sebagai alat transportasi. Djoko optimis, penumpang kereta api akan tetap banyak, apalagi dengan prokes yang ketat, membuat masyarakat lebih nyaman.

“Hadirnya KRL Solo-Yogja ,  akan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap angkutan massal kereta api. Inovasi ini akan meningkatkan perekonomian, karena transportasi akan semakin mudah dan mendapat respon yang positif dari masyarakat,” tambah Djoko. 

Adit, salah satu pelanggan KAI asal Kendal mengaku sangat terbantu dengan PT KAI. Adit yang kuliah disalah satu perguruan tinggi kedinasan di Jakarta ini sejak tahun 2016 sudah menggunakan kereta api sebagai angkutan untuk pergi ke Jakarta, karena tarif yang relatif murah untuk kelas mahasiswa. 

“Dipilihnya kereta api , karena gerbong Keretanya bersih, ber-AC dan ramah lingkungan.Pelayanannya juga sangat bagus. Bahkan ketika masa pandemi, KAI juga langsung beradaptasi dengan situasi pandemi dan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, serta menyediakan fasilitas layanan untuk tes Antigen di stasiun dan memberikan face shield untuk melindungi penumpang. ,” ungkap Adit, yang tidak harus pergi ke rumah sakit atau laboratorium  untuk tes antigen.

Hal senada juga dikemukakan Arya, yang mengaku lebih nyaman menggunakan kereta api untuk perjalanan jarak jauh Semarang-Jakarta atau Jakarta-Semarang. Sebagai mahasiswa salah satu perguruan Tinggi di Jakarta, ia mengaku untuk mendapatkan tiket murah harus memesan jauh-jauh hari  sebelum berangakat ke Jakarta. 

Meski Pandemi, pelayanan KAI tetap bagus,  di stasiun-stasiun kereta api seperti di pasar Senen, Jatinegara, Tawang, Poncol, penerapan protokol kesehatan dilakukan dengan ketat, untuk memberikan perlindungan bagi masyarakat dalam  mencegah penyebaran Covid-19. 

Gerbong kereta api yang biasanya ramai dengan dengan penumpang, dengan pandemi kini menjadi sangat sepi.  Sepinya penumpang ini akibat adanya pembatasan penumpang selama  pandemi. Selain itu lanjut Arya, jarak duduk penumpang juga terjaga sehingga membuat para penumpang lebih nyaman dan dapat beristirahat tanpa khawatir pandemi. 

“Ayo gunakan angkutan kereta Api untuk bepergian, karena lebih nyaman dan ramah lingkungan untuk perjalanan jarak jauh maupun dekat biar jalanan tidak macet. Kereta Api juga bisa untuk mengirim barang lho, seperti sepeda motor untuk keperluan kuliah atau barang-barang lain dengan aman dan tarif pengiriman  juga sangat kompetitif,” tambahnya.

Lebih Nyaman – Masa pandemi, masyarakat kini lebih nyaman menggunakan kereta api untuk bepergian.(ist/tya)

Terus Bertumbuh

Inovasi dan adaptasi yang dilakukan secara cepat oleh PT KAI membuahkan hasil . Pada  semester I tahun 2021, kinerja angkutan barang KAI terus menunjukan tren positif. Pada Januari – Juli 2021 KAI melayani angkutan barang sebanyak 28,2 juta ton, naik 8,9% dibanding dengan periode yang sama 2020 lalu dimana KAI mengangkut 25,9 juta ton barang.

 “Kenaikan volume barang yang KAI layani ini sangat penting bagi KAI untuk tetap survive di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung,” ujar Didiek.

PT KAI terus bertumbuh  di masa pandemi ,  ini dibuktikan KAI dengan tetap berprogresnya pekerjaan untuk proyek strategis nasional yang telah diamanahkan Pemerintah kepada KAI, meski di masa pandemi. Untuk proyek LRT Jabodebek misalnya, per 30 Juli 2021 progres pekerjaan telah mencapai 73,31%. Sementara untuk proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung progres fisiknya sudah mencapai 54,16%. Kondisi pandemi memang sedikit banyak mempengaruhi capaian target penyelesaian pekerjaan, namun KAI melakukan upaya maksimal dengan intens berkoordinasi dengan para stakeholders. Pemantauan dan pengawasan secara langsung tetap dilakukan, proses-proses pengujian pun didorong agar dilakukan percepatan. KAI juga membentuk Project Management Officer (PMO) yang memantau proyek untuk menjamin kelancaran proyek secara keseluruhan.

“Gencarnya pengembangan transportasi berbasis rel yang tengah dikerjakan KAI ini memiliki tujuan untuk menghadirkan moda transportasi yang terintegrasi dan memudahkan masyarakat dalam mobilitasnya. Kemajuan ini nantinya diharapkan tidak hanya akan menambah volume angkut semata, tapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang juga berimbas bagi kemajuan bangsa,” tutup Didiek.

Masa sulit akibat pandemi juga tidak membatasi KAI untuk memberi kontribusi lebih kepada bangsa. Pada periode awal pandemi, misalnya, KAI telah membagikan 10.000 voucher tiket kereta api jarak jauh secara cuma-cuma kepada guru dan tenaga kesehatan dalam rangka memperingati Hari Pahlawan. KAI juga memberikan bantuan senilai Rp328 juta untuk porter stasiun yang terdampak pandemi pada Mei 2021 lalu. Bantuan berupa alat pelindung diri (APD) dan ambulans demi membantu penanganan Covid-19 pun diberikan KAI kepada beberapa Pemda. Bahkan  KAI menggratiskan angkutan oksigen milik Kementerian Kesehatan sebanyak 80 ton melalui kereta api dengan rute Stasiun Tanjung Priok Jakarta menuju Stasiun Kalimas pada 5 Agustus 2021, setelah sebelumnya KAI juga menggratiskan pengiriman 122 ton oksigen dari Stasiun Kalimas, Surabaya menuju Stasiun Sungai Lagoa, Jakarta pada 16 Juli lalu. Anak perusahaan KAI, KAI Logistik, juga ikut memberikan layanan pengiriman gratis untuk angkutan oksigen ataupun tabung oksigen dan diskon khusus untuk pengiriman obat-obatan, APD, dan alat medis lain dengan menggunakan kereta api selama Juli 2021.

Sementara itu VP Public Relations KAI Joni Martinus mengingatkan agar masyarakat selalu mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan. KAI secara ketat dan konsisten memastikan seluruh pelanggan menerapkan protokol kesehatan secara disiplin. KAI hanya mengizinkan pelanggan yang sesuai persyaratan untuk naik kereta api.

“Layanan Kereta Api tetap hadir untuk membantu mobilitas masyarakat yang tetap harus bepergian di masa pandemi Covid-19.  Mulai tangal 8 September 2021, seluruh pengguna KRL Jabodetabek, KRL Yogyakarta Solo, maupun KA Prambanan Ekspres wajib menunjukan bukti vaksinasi Covid-19 minimal dosis pertama secara fisik (dicetak), secara digital, maupun melaui aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat untuk naik kereta. Petugas juga akan meminta pengguna untuk menunjukkan KTP atau identitas lainnya guna dicocokkan dengan sertifikat vaksin dalam bentuk fisik maupun bentuk digital.” tutup Joni. .(tya)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.